Minggu, 25 September 2022
29 Safar 1444

Menteri Erick tak Ingin Pelita Air Buntung Seperti Garuda

Sabtu, 30 Apr 2022 - 10:12 WIB
Menteri Erick tak Ingin Pelita Air Buntung Seperti Garuda
Rambah penerbangan komersil, Pelita Air siap tinggal landas.

Menteri BUMN Erick Thohir tak ingin salah kelola yang terjadi pada maskapai penerbangan nasional (Garuda Indonesia) terulang di Pelita Air.

Kalau salah kelola kembali terjadi, ia berjanji akan melaporkan berbagai penyelewengan keuangan kepada penegak hukum.

Yang pasti, sebelum mengungkapkan itu, ia pernah mengungkap salah kelola di Garuda Indonesia. Salah kelola terkait korupsi sewa pesawat yang menggerogoti maskapai itu. Menteri Erick melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung.

Hal itu disampaikan Menteri Erick saat membuka penerbangan perdana Pelita Air dari Jakarta ke Bali, Kamis (28/4/2022). “Kesalahan yang sudah terjadi di tempat lain tidak boleh terulang disini, dan saya tidak segan-segan kalau terulang saya yang lapor langsung,” ujarnya, dikutip Sabtu (30/4/2022).

Baca juga
Ini Bukan Kaleng-kaleng, Menteri Erick Diganjar Penghargaan Penggerak Ekonomi Syariah dari MUI

Menteri Erick menekankan, pentingnya Pelita Air menerapkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) selayaknya perusahaan BUMN pada umumnya, yakni dengan menjalankan bisnis secara transparan. “Jadi ini harus dikelola secara good corporate governance, secara transparan dengan fokus market domestik yang menjadi kesempatan untuk pelita menjadi besar,” kata Erick.

Ya, Menteri Erick betul. Masalah keuangan yang mendera Garuda Indonesia memang cukup berat. Utangnya saja menumpuk hingga Rp189 triliun.

Saking tak kuat menyangga beban utang, Menteri Erick meminta diskon utang 75-80 % kepada lessor. Pembayarannya pun dicicil 20 tahun dengan bunga 0%.

Pekan lalu, Panja Penyelematan Garuda Komisi VI DPR bersama Kementerian BUMN sepakat untuk menyelamatkan Garuda. Tahun ini diguyur dana PMN sebesar Rp7,5 triliun kepada Garuda. Bikin repot keuangan negara.

Baca juga
Erick Thohir Bangun Masjid At-Thohir untuk Wujudkan Cita-cita Ayah

Setelah penerbangan perdana dari Jakarta ke Bali, Pelita Air berencana akan membuka rute perjalanan ke destinasi wisata dan bisnis favorit lainnya di Indonesia.

Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan berharap kembalinya penerbangan reguler ini dapat mengembalikan kerinduan penumpang untuk merasakan penerbangan yang menyenangkan bersama Pelita Air.

Pelita Air merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang transportasi udara, aircraft charter, dan regular air services. Selain penerbangan reguler, maskapai juga melayani keperluan eksplorasi sektor minyak dan gas bumi.

 

 

Tinggalkan Komentar