Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Menteri PUPR: Pembangunan Istana di IKN Baru Tunggu Instruksi Presiden

Jumat, 07 Jan 2022 - 02:50 WIB
Istana IKN

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basoeki Hadimoeljono mengatakan, pembangunan istana di lokasi calon ibu kota negara (IKN) baru masih menunggu instruksi Presiden Joko Widodo.

“Untuk desain Istana Negara, memang sudah ada. Namun, untuk pelaksanaannya, kami masih menunggu instruksi dari Bapak Presiden Jokowi,” ujar Basoeki saat meninjau lokasi pembangunan calon IKN baru di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (6/1/2022).

Menteri PUPR juga meninjau kawasan titik nol calon IKN baru untuk memastikan perencanaan ke depannya, termasuk pembangunan Istana Negara.

Dalam kunjungan ke titik nol calon IKN baru ini, hadir juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Tampak pula Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud mendampingi dua menteri tersebut.

Baca juga
Harga Tanah di Penajam Mahal, Pengembang Berebut Lahan di Ibu Kota Negara Baru

Dua menteri itu juga mengunjungi kawasan calon pembangunan pusat perkantoran dan calon jalan menuju pusat perkantoran.

Rombongan Menteri PUPR dan Menteri Keuangan juga melakukan peninjauan di lokasi pembangunan Bendungan Semoi Sepaku, kemudian acara seremoni di Jembatan Pulau Balang, jembatan pendekat ke Sepaku dari Balikapapan.

Selain pembangunan di wilayah IKN, kata Basoeki, pembangunan di sekitarnya juga akan menjadi perhatian.

Ia mengatakan bahwa fokus pembangunan pemerintah bukan hanya di wilayah IKN, melainkan juga di daerah sekitarnya sehingga daerah penyangga juga bisa mendapat manfaat dari kehadiran IKN baru.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa pihaknya ingin melihat langsung kondisi lapangan guna menentukan tahapan dan rencana pembangunan IKN yang akan disesuaikan dengan UU IKN yang sekarang masih dalam pembahasan.

Baca juga
Polri Kirim SPDP Kasus 'Jin Buang Anak' Edy Mulyadi ke Kejagung

“Tentu saja kami akan menentukan tahapan pembangunan IKN yang sesuai dengan undang-undang yang yang tentunya juga berdasarkan pada kemampuan keuangan negara,” kata Sri Mulyani.

Tinggalkan Komentar