Sabtu, 01 Oktober 2022
05 Rabi'ul Awwal 1444

Menteri Sakti: Potensi Ekonomi Karbon Biru Indonesia Luar Biasa

Senin, 18 Apr 2022 - 22:32 WIB
Menteri Sakti: Potensi Ekonomi Karbon Biru Indonesia Luar Biasa
Menteri Kelautan dan Perikanan Saktu Wahyu Trenggono

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono bilang, KKP menerapkan strategi ekonomi biru demi menghambat laju perubahan iklim.

“Kemampuan karbon biru ini sering dikatakan lebih besar dibandingkan kemampuan yang sama dari vegetasi daratan, atau karbon hijau,” kata Menteri Sakti di Jakarta, Senin (18/4/2022).

Berdasarkan data, lanjutnya, Indonesia memiliki peran penting dalam hal mitigasi perubahan iklim dari aspek karbon biru karena memiliki ekosistem mangrove seluas 3,36 juta hektare dan padang lamun seluas 3 juta hektare yang berpotensi hingga 17 persen sebagai cadangan karbon biru dunia.

Ia mengemukakan, strategi ekonomi biru yang diterapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk meningkatkan kesehatan laut dalam rangka menahan laju perubahan iklim, serta mempercepat pembangunan ekonomi berbasis kelautan secara berkelanjutan.

Baca juga
Pemerintah Susun Aturan Soal Nilai Ekonomi Karbon Pembangkit Listrik

Strategi tersebut berupa penguatan ekosistem karbon biru (blue carbon) dengan memperluas dan menjaga secara ketat kawasan konservasi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

Kemudian, menerapkan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan, serta penataan pemanfaatan ruang laut dan pulau-pulau kecil yang mengutamakan perlindungan ekosistem.
“Laut dan ekosistem pesisir mempunyai fungsi penting dalam pengendalian perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Untuk menyukseskan berjalannya strategi ini, Menteri Sakti berharap penguatan sinergi dengan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, antara lain dalam hal merestorasi ekosistem mangrove.

Sebelumnya terkait ekonomi biru, Indonesia dan Panama menjajaki kerja sama di bidang konservasi perairan untuk keselarasan penerapan konsep ekonomi karbon biru dalam rangka menekan emisi karbon yang menjadi salah satu penyebab perubahan iklim.

Baca juga
Banjir Bandang Hantam Sydney, Puluhan Ribu Warga Diminta Mengungsi

“Langkah ini berkaitan dengan implementasi program ekonomi biru yang salah satunya melalui perluasan kawasan konservasi dan di mana salah satu (targetnya) 32,5 juta hektare,” kata Menteri Sakti saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Panama, Erika Mouynes di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 8 April 2022.

Menteri Sakti memaparkan, kawasan konservasi perairan Indonesia setiap tahun terus bertambah dan ditargetkan pada 2030 mencapai 32,5 juta hektare.

KKP, ujar dia, juga sedang membuat rencana target untuk dapat memperluas kawasan konservasi hingga 30 persen dari luas perairan. Kawasan konservasi perairan adalah kawasan perairan yang dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya ikan dan lingkungannya secara berkelanjutan.

Baca juga
Periksa Direktur Logomas, KKP Setop Penambangan Pasir Laut Pulau Rupat

Area tersebut, lanjutnya, erat kaitannya dengan karbon biru karena mangrove, lamun maupun biota lain yang ada di perairan tersebut mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.

 

Tinggalkan Komentar