Sabtu, 26 November 2022
02 Jumadil Awwal 1444

Menteri Sandi Sebut Ekraf Indonesia Beda Tipis dengan Hollywood dan K-Pop

Jumat, 02 Sep 2022 - 23:12 WIB
Menparekraf Sandiaga uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S Uno. (GenPi)

Mungkin tak banyak yang tahu, ekonomi kreatif Indonesia berhasil menempati posisi ketiga dunia. Di belakangan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan.

Tak sedang bercanda, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga S Uno memberkan perkembangan ekraf Indonesia yang sudah menembus posisi teratas dunia. “Indonesia sekarang ekonomi kreatifnya nomor tiga terbesar di dunia. Posisi pertama Amerika dengan Hollywood, kedua Korea dengan K-Pop dan Drakor. Dan Indonesia sekarang merangsek di posisi tiga besar dunia. Karena kita sekarang kontribusi PDB ekonomi kreatif ke ekonomi kita adalah 7,5 persen,” beber Menteri Sandi saat membuka Workshop Pengembamngan Kabupaten/Kota bersama 100 pelaku ekonomi kreatif di Bandar Lampung, dikutip Jumat (2/9/2022).

Baca juga
Tahun Depan, Psy akan Rilis Album Kesembilan

Dia bilang, ekonomi kreatif (ekraf) memberikan ruang kepada usaha mikro kecil menengah (UMKM). Ada 97 persen lapangan kerja dan sumber daya harus ditingkatkan. ”Ini adalah lokomotif ekonomi masa depan,” ujar Menteri Sandi.

Dia mengatakan, untuk membangkitkan ekonomi kreatif, pemerintah membuat Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Saat ini, program tersebut diikuti sekitar 20 juta UMKM. Melalui program tersebut, pemerintah mengakomodasi produk-produk ekraf di tanah air dengan e-catalogue. Baik e-catalogue lokal, sektoral, maupun nasional.

”Kita di pemerintah wajib membeli. Jika ada kebutuhan, kita berikan keberpihakan kepada para UMKM. Ada Rp500 triliun hingga Rp800 triliun, belanja pemerintah yang kita arahkan kepada produk Bangga Buatan Indonesia. Ini bisa menciptakan 1,7 persen tambahan pertumbuhan ekonomi dan 2 juta lapangan kerja baru,” ungkap mantan Wakil Gubernur DKI ini.

Baca juga
Pelajaran dari Tragedi Halloween Korsel, Apa yang Harus Anda Lakukan?

Selanjutnya, Menteri Sandi membagikan jurus jitu kepada pelaku usaha ekraf agar sukses berbisnis. Ada tiga kunci yakni inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Inovatif adalah terus memperbaiki kualitas dan ide kreasi produk. Adaptif terhadap digitalisasi untuk memasarkan produk. Dan, kolaborasi untuk bersama-sama bangkit dan meninggalkan konsep kompetisi.

Menurut Mas Menteri, sapaan Menteri Sandi, investasi ekonomi kreatif enam kali lipat lebih banyak membuka lapangan kerja. Dan menurut catatan Kemenparekraf, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,54 persen. ”Kita bisa tumbuh lebih tinggi lagi kalau kita berpihak kepada UMKM. Indonesia sekarang pariwisatanya mengalahkan Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Kita sekarang posisi 32 terbesar di dunia. Ini kesempatan kita untuk menyesuaikan kebijakan,” beber politisi Gerindra ini.

Baca juga
BTS Gelar Konser 12 Maret 2022

 

Tinggalkan Komentar