Kamis, 11 Agustus 2022
13 Muharram 1444

Menteri Sandi Takjub dengan Batu Besar Ikon Pegunungan Menoreh

Rabu, 06 Jul 2022 - 23:04 WIB
Menteri Sandi Takjub dengan Batu Besar Ikon Pegunungan Menoreh
Menparekraf Sandiaga S Uno berkunjung ke Desa Wisata Widosari, DIY. (Sinar Harapan).

Saat berada di Puncak Widosari, DI Yogyakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno, takjub bukan main. Batu besar di atas bukit yang menjadi ikon Desa Wisata, Widosari kini berada di depan mata. Sebelumnya, mungkin saja, Menteri Sandi hanya mendengar dari cerita atau kata orang.

Dirinya begitu terkesima, terdiam beberapa saat, menikmati warisan geoheritage dari pemerintah pusat pada 2021, dari 20 situs geologi (Geosite) yang tersebar di Yogyakarta.

Dalam perkembangannya, Desa Widosari masuk 50 desa wisata terbaik dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf sebagai penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia.

Ditemani Pj Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana, Menteri Sandi mengapresiasi prestasi Kulon Progo yang dua tahun berturut-turut, masuk 50 desa wisata terbaik dari Kemenparekraf. ”Ini adalah bagian dari kabupaten yang back to back. Tahun lalu dapet, tahun ini dapet. Jarang sekali dari 514 kabupaten. Selamat kepada Kulon Progo dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Menteri Sandi.

Baca juga
Jelajahi Madura, Menteri Sandi Kagumi Industri Fesyen Pamekasan

Ia mengungkapkan, kolaborasi Kemenparekraf dengan Astra, beserta sejumlah strategis dalam membangun desa wisata, berdampak signifikan terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi.

”Januari (2023) akan ada ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta. Kita akan gelorakan desa-desa wisata sekeliling Yogyakarta. Sebagai tujuan travel plan para degelasi dari 10 negara di ASEAN. Khususnya Desa Wisata Widosari kita akan dorong,” papar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Asal tahu saja, Desa Widosari berada di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta. Terletak di perbukitan Menoreh dengan ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dari Yogyakarta, berjarak 36 kilometer.

Baca juga
Inilah Tiga Desa Wisata Wakil Indonesia di Ajang UNWTO Best Tourism Villages 2021

Puncak Widosari merupakan objek wisata dengan titik tertinggi dari Bukit Widosari yang merupakan gugusan Pegunungan Menoreh. Bukit ini, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan, dengan ikon batu besar di atas bukit.

Pelancong bisa menikmati kesejukan perkebunan teh seluas 1 hektar yang berada di Padukuhan Tritis. Untuk menyusuri kebun teh itu, disediakan jalan setapak di hamparan terasering. Tersusun rapi dengan tinggi yang sama di tiap lariknya. Dan, pemandangan Pegunungan Menoreh yang indah inilah menjadi spot favorit pengunjung yang gemar ber-swafoto.

Jangan lupa kunjungi Rajendra Farm atau Kampung Domba. Sebuah peternakan domba terpadu yang menyajikan edukasi ternak, kuliner berbasis domba/kambing. Yang hobi kemping, cocok. Tersedia sarana untuk berkemah, atau outbound.

Wisatawan juga bisa menikmati sunrise di Puncak Proman, menampilkan pemandangan alam di kala matahari terbit dengan jajaran gunung-gunung besar seperti Gunung Sindoro-Sumbing, Merapi, dan Merbabu.

Baca juga
Dapat Predikat WTP, BPK Minta DIY Akselerasi Penanggulangan Kemiskinan

Bicara seni, ada wayang kulit yang sudah menjadi pertunjukan ikonik Yogyakarta. Tari Jathilan atau kuda lumping. Seni dengan ciri khas sang penari membawa kuda yang terbuat dari anyaman. Atraksi yang berbaur dengan budya dan magis, begitu menarik. Selain Jathilan, ada beberapa jenis tarian khas masyarakat setempat, yakni Bangilun dan Lengger Tapeng, serta masih banyak lagi yang lainnya.

Tinggalkan Komentar