Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Menuju Pilpres 2024, Airlangga Perlu Hadirkan Terobosan

Selasa, 14 Jun 2022 - 17:38 WIB
Penulis : Aria Triyudha
118(2) - inilah.com
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Antara Foto/Rivan Awal Lingga

Bursa sosok yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (20204) kian ramai. Salah satunya Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto.

Sebab, Partai Golkar telah menyatakan bakal mengusung Airlangga sebagai capres pada tahun 2024. Langkah partai berlambang pohon beringin itu barang tentu sudah berdasarkan pertimbangan matang.

Airlangga saat ini merupakan Menteri Koodinator (Menko) Bidang Perekonomian di Kabinet Indonesia Maju. Selain itu, ia juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Posisi Airlangga di kedua sektor itu krusial menyangkut upaya memulihkan serta membangkitkan kondisi perekonomian Indonesia imbas pandemi COVID-19.

Baca juga
Pendukung Buat Lagu untuk Kampanye Capres Anies

Sehingga, figur Airlangga pun sudah akrab di mata publik lantaran kerap muncul memberi pernyataan kepada publik terkait jabatannya sebagai Menko Bidang Perekonomian dan Ketua KPCPEN.

Dalam pandangan pengamat politik dari Universitas Nasional TB Massa Djafar, langkah Airlangga yang bakal diusung sebagai capres dari Partai Golkar perlu ditunjang dengan terobosan. Terobosan ini harus ditempuh oleh Airlangga selaku ketum parpol maupun jabatannya di pemerintahan.

“Dia (Airlangga) memang harus hadirkan terobosan. Karena pemilih saat ini butuh akan terobosan,” kata Djafar kepada Inilah.com, Selasa (14/6/2022).

Djafar menjelaskan, terobosan sebagai solusi atas permasalahan yang mengemuka saat ini. Sebab, lanjut dia, pemilih yang notabene rakyat menghadapi banyak masalah. Terlebih setelah pandemi COVID-19 menghantam dalam dua tahun terakhir.

Baca juga
Puji Koalisi Indonesia Bersatu, PKB Butuh Waktu untuk Bergabung

Lebih jauh, terobosan yang ditempuh Airlangga juga dapat menguatkan kepemimpinannya di Partai Golkar. Sebab, kepemimpinannya di Golkar saat ini dikabarkan juga tengah mendapat rongrongan pihak-pihak yang ingin mendongkelnya dari posisi ketum.

“Itu dinamika wajar karena banyak faksi di Partai Golkjar sebagai wujud tarik menarik kepentingan,” terang Djafar.

Tinggalkan Komentar