Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Menyesal Beli Konten Porno Dea OnlyFans, Marshel: Mending Beli Token Listrik

Marshel widianto
Marshel Widianto usai menjalani pemeriksaan kasus porno Dea Onlyfans di Mapolda metro Jaya (foto Haris-inilah.com)

Komedian Marshel Widianto mengaku menyesal membeli konten syur milik Dea OnlyFans karena sampai berurusan dengan pihak berwajib.

Penyesalan itu terucap setelah tim penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya memeriksa komika Stand Up Comedy itu sebagai saksi selama lebih dari tiga jam pada, Kamis (7/4/2022).

Marshel berujar, lebih baik baginya membeli token listrik ketimbang mengakses konten Dea OnlyFans yang hanya bisa ditonton satu kali saja.

“Saya dulu beli konten (Dea OnlyFans) sekitar Rp1,4 juta untuk satu google drive,” ujar Marshel kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya.

“Waktu itu google drive-nya juga terkunci, jadi akses ke situ cuma bisa sekali. Sayang banget, cuma bisa akses sekali, kalau tahu seperti itu mending beli token listrik,” kata Marshel sambil tertawa.

Baca juga
Langgar Jam Operasional PPKM, Polda Metro Gerebek Holywings Tebet

Sebelumnya, Marshel diperiksa sebagai saksi atas kasus Dea OnlyFans atas pembelian sebanyak 76 video syur dan sejumlah foto dari Dea.

Ia mengaku transaksinya dengan Dea OnlyFans hanya sebatas saling bertukar konten. Dalam artian, dirinya membantu memberikan uang kepada Dea OnlyFans dan timbal baliknya, Dea memberi konten syur pada Marshel.

“Lalu kenapa saya beli? Ya selain membantu saya tentu penasaran juga. Jadi sistemnya tuker konten. Kalau cuma kasih uang aja takut tersinggung. Maksudnya, Dea ngasih kontennya ke saya, saya kasih dia uang, gitu,” tutur Marshel.

Selepas pemeriksaan sebagai saksi atas kasus pembelian 76 video dan foto syur milik Dea, Marshel juga tak lupa meminta permohonan maaf pada publik atas kegaduhan yang menyeret namanya.

Baca juga
Seorang Ayah Perkosa Anaknya yang Sedang Sakit Hingga Tewas

Selepas menjalani pemeriksaan, Marshel lantas tidak memberikan pembenaran atas perilaku yang ia perbuat.

Hal itu pun juga disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. Beliau mengatakan, tindakan Marshel merupakan hal yang tidak bisa dibenarkan.

“Iya kan itu tidak dibenarkan ya (membeli video porno),” kata Endra Zulpan. [AHA]

Tinggalkan Komentar