Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Merajut Asa, Menata, Meniti Daya Industri Game untuk Pariwisata Indonesia

Rabu, 29 Jun 2022 - 22:06 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Industri Game
Ilustrasi bermain game (Foto Istock)

Industri game Indonesia memiliki potensi untuk memberikan sumbangan bagi industri kreatif dan sektor pariwisata jika dapat membuat ekosistem lebih terstruktur dan jauh lebih mudah untuk mengembangkan sebuah produk game.

Video game merupakan permainan interaktif digital yang dapat jadi mainan di berbagai macam perangkat digital, seperti komputer personal (PC), konsol, atau bahkan melalui smartphone.

Menurut Mark JP Wolf (2012) melalui bukunya yang berjudul Encyclopedia of Video games: The Culture, Technology, and Art of Gaming, antusiasme masyarakat terhadap perkembangan game membuat video game yang awalnya hanya sekadar hiburan kini menjadi alat jejaring media sosial, bahan akademik, komunikasi, pendidikan, latihan fisik, pelatihan kerja, eksperimen psikologis, terapi, dan masih banyak lagi.

Selain itu, salah satu tokoh penting di balik Java Program, Chris Melissinos (2015), mengatakan, video game merupakan bentuk seni yang akan terbukti menjadi salah satu media seni terpenting yang pernah umat manusia miliki.

Di antara industri musik, film, dan Video game, maka industri video game masih menjadi industri yang paling banyak mendapatkan keuntungan selama 2020.

Data Marketwatch (2020) menunjukkan, dengan adanya kebijakan lockdown akibat penyebaran COVID-19 justru membantu penjualan produk game video secara global naik 20 persen dan menjadi hampir 180 miliar dollar AS pada 2020.

Bahkan, para ahli dan pengamat industri game tidak melihat adanya kemungkinan terjadinya penurunan produksi game pada 2022.

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, banyak masyarakat yang memanfaatkan game sebagai hiburan alternatif sebagai penghilang rasa jenuh selama berada di rumah masing-masing.

Bahkan, sebagian masyarakat juga bermain game untuk ”berwisata” secara virtual. Beberapa video game yang mengimitasi lokasi yang ada di dunia nyata ke dalam bentuk virtual ternyata mampu untuk mengobati rasa rindu orang-orang untuk berwisata.

Baca juga
Game MotoGP22 Hadirkan Nostalgia Musim Balap 2009

Pariwisata dengan game

Pada dasarnya, sebagian orang akan tertarik untuk mengunjungi sebuah tempat wisata yang tervisualisasikan di dalam gambar yang bergerak.

Media film terbukti menjadi salah satu media yang berhasil membuat penontonnya tertarik untuk mengunjungi lokasi yang hadir di dalamnya.

Sebagai contoh, Eerang Park (2018) mengatakan bahwa film Eat Pray Love (2010) yang mengambil salah satu lokasi di Bali, ternyata berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan asing untuk berwisata ke Bali. Maka, hal itu menunjukkan bahwa film berhasil menjadi media yang berperan dalam mempromosikan sebuah lokasi wisata.

Lantas, bagaimana sebuah game dapat menyaingi film dalam menarik minat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata? Louis-Etienne Dubois dan Chris Gibbs (2017) berpendapat, pada saat ini film bukanlah satu-satunya media yang dijadikan sebagai referensi untuk berwisata ke suatu destinasi wisata.

Dubois dan Gibbs mengambil salah satu game sebagai sumber data penelitiannya, yaitu game yang berjudul Assassin’s Creed. Assassin’s Creed merupakan waralaba unggulan dari pengembang video game besar asal Paris, Perancis, yang bernama Ubisoft.

Industri Game pada Waralaba ini sudah dikembangkan sejak 2007 dan sudah memiliki 24 seri di dalamnya.

Assassin’s Creed terkenal sebagai salah satu historical game yang kuat akan pengisahan sejarah Eropa.

Dubois dan Gibbs mengumpulkan respons para pemain seri Assassin’s Creed di situs Reddit, Ubisoft Blog, dan Tripadvisor dan hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa banyak dari para pemain seri Assassin’s Creed yang tertarik untuk mengunjungi kota Florence, Italia, berkat latar tempat yang ada di dalam seri Assassin’s Creed II.

Baca juga
Mulai 17 April, Myanmar Izinkan Turis Asing Berkunjung
Maxresdefault (4) - inilah.com
Assasin’s Creed Mobile

Di dalam seri Assassin’s Creed II, kota Florence digambarkan cukup detail dengan arsitektur-arsitekur bangunan khas Italia pada abad ke-16. Tidak hanya kota Florence yang tersaji secara virtual di dalam seri ini, tetapi terdapat pula kota lainnya, seperti kota London di Inggris pada akhir era Revolusi Industri (1750-1850) hingga kota Akropolis di Yunani pada masa Perang Peloponnesos (431 SM-404 SM)

Selain seri Assassin’s Creed yang mampu menarik minat masyarakat untuk berwisata, adapula Microsoft Flight Simulator 2020 juga menjadi salah satu game yang menjadi bahan perbincangan para pemain selama 2020.

Microsoft Flight Simulator merupakan game berjenis simulasi oleh pengembang game video asal Bordeaux, Perancis, yang bernama Asobo Studio.

Permainan ini menjadi sebuah video game simulasi pesawat yang sangat realistis yang pernah ada karena pemain bebas menjadi ”pilot” untuk menerbangkan pesawat ke destinasi mana pun.

Maka, tidak mengherankan bahwa Microsoft Flight Simulator 2020 menjadi video game yang sukses di tengah masa pandemi COVID-19.

Melalui dunia virtual yang hadir melalui citra pemetaan Microsoft Bing, para pemainnya dapat mengunjungi destinasi wisata yang ada di seluruh dunia, mulai dari Gedung Burj Khalifa, Patung Christ the Redeemer, hingga Tugu Monas Jakarta sekalipun.

Selain itu, pemain juga dapat memilih jenis pesawat dengan bebas untuk mengelilingi beberapa lokasi yang ada.

Magnet wisatawan dan kualitas sinyal ponsel

Default - inilah.com
BTS smartfren di Bandung, Jawa Barat (Foto Dok)

Dengan adanya kebebasan eksplorasi dunia virtual yang para pemain rasakan, maka akan meningkatkan tingkat kesadaran akan suatu tempat wisata dan mampu menarik minat mereka untuk mengunjunginya.

Untuk itu perlunya ada komunikasi dan sinyal internet melalui telepon genggam relatif yang bagus, meskipun berada di tempat yang mungkin tak mendapatkan akses seperti pegunungan.

Baca juga
Kura-kura Bali jadi Destinasi Unggulan untuk Kebangkitan Ekonomi

Hampir semua operator telepon seluler sudah bisa terakses, termasuk sinyal operator Smartfren di berbagai wilayah operasionalnya, seperti Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan dan Sulawesi.

Smartfren juga menerapkan teknologi jaringan dengan desain full redundant dan memiliki teknologi automatic switch over sehingga perubahan kebutuhan kapasitas bisa menyesuaikan dengan cepat.

Teknologi ini juga berkontribusi mempercepat penanganan jaringan, sehingga gangguan bisa selesai kurang dari satu jam.

Kombinasi jaringan Smartfren yang semakin luas dengan teknologi serta jaminan quality of service tersebut telah berhasil meningkatkan pengalaman internet yang pelanggan rasakan untuk berpariwisata virtual melalui game maupun datang secara langsung.

Peningkatan pengalaman tersebut dapat jadi pengalaman antara lain ketika pelanggan bermain game online; ketika mengakses layanan streaming video, film dan musik; serta ketika mengunduh dan mengunggah file.

Untuk itu, melalui promosi tempat wisata melalui video game dan tentunya adanya dukungan dengan sinyal yang optimal, tentunya akan berdampak positif terhadap sektor pariwisata suatu negara.

Hal tersebut dapat bermanfaat dan jadi solusi oleh pengembang game Indonesia untuk mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki segudang destinasi wisata yang patut wisatawan asing dan lokal kunjungi.

Tinggalkan Komentar