Meresahkan, Pinjol Ilegal di Indonesia Capai 3.856 Perusahaan

Meresahkan, Pinjol Ilegal di Indonesia Capai 3.856 Perusahaan - inilah.com
(ist)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat mewaspadai pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal yang makin marak. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengungkapkan hingga Oktober 2021 tercatat total pinjaman online ilegal yang sudah ditutup mencapai 3.856 dan yang legal saat ini 106 perusahaan.

“Dalam banyak kesempatan OJK telah mengingatkan agar masyarakat lebih waspada dan menghindari berhubungan dengan pinjol ilegal,” ujar Anto kepada INILAHCOM, Rabu (13/10) .

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK Nonor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi sebagai dasar hukum fintech lending di Indonesia. POJK ini mewajibkan semua platform yang menjembatani usaha pinjam-meminjam uang harus memiliki izin dan terdaftar di OJK.

Baca juga  Ini 23 Perusahan Pinjol Ilegal yang Diamankan Polda Jabar

Dengan terdaftar dan berizin ini, penyelenggara fintech lending diharuskan beroperasi sesuai peraturan yang berlaku dan OJK dapat melakukan pengawasan sekaligus melakukan fungsi perlindungan konsumen.

OJK juga telah menunjuk Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai asosiasi yang menaungi seluruh penyelenggara fintech lending, menyusun code of conduct, dan melakukan pembinaan terhadap anggotanya.

Fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK hingga 27 Juli 2021 sebanyak 121 perusahaan dengan akumulasi penyaluran pinjaman sampai 31 Mei 2021 tercatat sebesar Rp 207,07 triliun.

Sebelum menggunakan fintech lending, baik untuk meminjam maupun berinvestasi, penting untuk memeriksa legalitasnya melalui Kontak 157 yang bisa dihubungi di nomor telepon 157 atau melalui layanan Whatsapp 081157157157. Masyarakat juga dapat melihat daftarnya di situs web www.ojk.go.id. Langkah dan solusi ini agar masyarakat tidak terjebak penawaran pinjaman daring (online) ilegal. 

Baca juga  Kominfo Sudah Putus Akses 4.873 Konten Fintech Ilegal Sejak 2018

Tips untuk peminjam agar tidak terjerat Pinjol

Sebelum mengajukan pinjaman ke fintech lending, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, antara lain:

1. Cek legalitas penyelenggara fintech lending ke OJK. Waspadai pinjaman daring ilegal yang menggunakan nama atau logo menyerupai fintech lending yang resmi.

2. Peruntukan dana pinjaman disarankan untuk kepentingan produktif, bukan konsumtif.

3. Hindari meminjam dalam jumlah besar. Pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki. Jangan melakukan praktik ”gali lubang” dan ”tutup lubang” pinjaman. Ingat, utang harus dibayar.

4. Peminjam penting untuk memastikan rekam jejak platform, seperti alamat kantor, layanan konsumen, dan pengurusnya. Bandingkan penawaran dari berbagai platform yang ada.

Baca juga  Usai Jadi Tersangka, Bupati Kuansing Andi Putra Tiba di KPK

5. Teliti dan pahami syarat serta ketentuan yang ditetapkan oleh platform, misalnya besar bunga, cicilan, dan denda yang dikenakan. Apabila ada informasi yang kurang jelas, jangan sungkan untuk mengajukan pertanyaan ke bagian pelayanan konsumen platform. Bukti percakapan hendaknya disimpan.