Jumat, 27 Mei 2022
26 Syawal 1443

Meski 2021 Ada Corona, Laba Bersih Bank Danamon Melejit 56 Persen

Meski 2021 Ada Corona, Laba Bersih Bank Danamon Melejit 56 Persen

Tahun lalu, pandemi COVID-19 cukup dahsyat hempaskan perekonomian nasional. Namun, kinerja Bank Danamon tetap terjaga. Laba bersihnya melejit hingga 56%.

Direktur Keuangan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon), Muliono Tjandra menyatakan, sepanjang 2021, laba bersih konsolidasi dari perseroan mencapai Rp1,6 triliun. Atau naik 56 persen ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,01 triliun.

Capaian positif lainnya, lanjut Muliono, kredit enterprise banking yang terdiri dari segmen perbankan korporasi, komersial, dan institusi keuangan, bertumbuh 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angkanya mencapai Rp58,2 triliun. “Pertumbuhan tersebut didukung oleh kolaborasi yang berkesinambungan dengan MUFG, salah satu bank terbesar di dunia, dan fokus kami pada perusahaan bluechip dan BUMN,” kata Muliono, dikutip dari Antara, Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Baca juga
Menko Airlangga Ingatkan Ketahanan Energi Demi Suksesnya Pemulihan Ekonomi

Sementara untuk saldo giro dan tabungan, atau CASA emiten berkode saham BDMN itu, melonjak hingga 11 persen dibandingkan 2020, menjadi Rp72,9 triliun. Rasio dana murah perseroan meningkat 680 basis poin, menjadi 59,1 persen.

Muliono menyampaikan, dalam bidang pembiayaan otomotif, anak perusahaan Danamon, Adira Finance, mencatatkan pembiayaan sebesar Rp40 triliun pada 2021. Pembiayaan baru pada kuartal terakhir 2021, meningkat 47 persen dibandingkan periode sama di 2020 dan 26 persen lebih tinggi ketimbang pembiayaan baru pada kuartal ketiga.

“Danamon terus melanjutkan pengelolaan biaya operasional dengan disiplin yang tinggi dibarengi dengan investasi di area digital, marketing, dan SDM sehingga rasio biaya pendapatan menjadi 51 persen pada tahun 2021,” ujar Muliono.

Baca juga
Kuartal I-2022, BTPN Syariah Kempit Laba Bersih Rp411 Miliar

Ia menambahkan, perseroan juga berhasil menjaga pengelolaan kualitas aset yang sehat melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat teliti serta penagihan dan pemulihan utang yang disiplin selama semester kedua 2021.

Dibandingkan dengan akhir 2020, pada akhir 2021 rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross, membaik 10 basis poin (bps) menjadi 2,7 persen.

Secara bersamaan, sebagai bagian dari upaya untuk memastikan pondasi yang kokoh untuk pertumbuhan pada 2021, Danamon secara proaktif meningkatkan provisi, dengan rasio NPL coverage mencapai titik tertinggi baru sebesar 225,6 persen.

Bersama dengan Adira Finance, Danamon terus membantu nasabah yang terdampak COVID-19 melalui restrukturisasi kredit sesuai arahan yang diberikan oleh pihak regulator. Per Desember 2021, rasio pinjaman berisiko, termasuk pinjaman restrukturisasi COVID yang masih dalam batas toleransi, membaik sebesar 810 bps (yoy) menjadi 16 persen.

Baca juga
Bank Mega Kantongi Laba Bersih Rp4,01 Triliun di 2021

Di sisi lain, rasio intermediasi makroprudensial (RIM) perseoran pada posisi 86 persen dan Loan to Deposit Ratio atau LDR di 85 persen, menunjukkan tingkat likuiditas bank yang tinggi.

Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasi Danamon tetap menjadi salah satu yang terkuat di kategorinya. Konsolidasi CAR meningkat menjadi 26,7 persen per akhir 2021, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 25 persen.

Tinggalkan Komentar