Jumat, 20 Mei 2022
19 Syawal 1443

Meski Bangga dengan Junior-nya, The Daddies Tak Mau Mengalah

Meski Bangga dengan Junior-nya, The Daddies Tak Mau Mengalah
Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (@badminton.ina)

Ganda putra nomor dua dunia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengaku senang bisa melihat juniornya menembus final All England 2022.

All Indonesia Final bakal tersaji di Utilita Arena Birmingham, Minggu (20/3/2022) mulai pukul 19.00 WIB. The Daddies bakal menjajal kehebatan juniornya Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berhasil mencetak sejarah lolos ke final pada debut mereka.

“Saya senang karena regenerasi di sektor ganda putra sudah berjalan baik. Ada pasangan pelapis yang bisa lolos ke final All England. Ini menunjukkan bahwa regenerasi sudah berjalan dengan baik,” kata Hendra lewat keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta, Minggu (20/3/2022).

Baca juga
Borneo vs Bhayangkara, Wajib 3 Poin Demi Puncak Klasemen

Rasa bangga juga turut diungkapkan Ahsan, karena dengan sesi All Indonesian Final maka Skuad Merah Putih dipastikan memboyong gelar juara bergengsi dari Birmingham.

Meski begitu, Hendra/Ahsan memastikan tak akan mengalah saat melawan juniornya tersebut di partai final.”Kami tetap akan ‘fight’ meski berhadapan dengan rekan sendiri. Kami pun ingin juara. Kami akan berjuang habis-habisan. Meski tidak mudah juga berjumpa rekan sendiri di final,” kata Ahsan menambahkan.

Pasangan peringkat dua lolos ke partai puncak setelah menaklukkan ganda putra asal China, He Ji Ting/Tan Qiang di semifnal dengan skor 21-16, 14-21, 21-13.

Penampilan The Daddies pada Sabtu petang memunculkan sambutan positif dari pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, yang melihat performa mereka tidak kalah dari pemain-pemain muda.

Baca juga
Shin Tae-yong Sambut Positif Ketertarikan Klub Luar Negeri pada Pemain Timnas Indonesia

“Luar biasa, walau kondisi tidak prima, tetapi Hendra/Ahsan bisa memanfaatkan segala pengalaman mereka. Mereka punya mental juara dan daya juang tinggi di tengah lapangan. Mereka juga tidak mudah menyerah. Perjuangan Hendra/Ahsan itu bisa menjadi contoh bagi pemain-pemain muda Indonesia,” kata Herry.

Tinggalkan Komentar