Meski Negara Terima Ratusan Triliun, Anies Tetap Kampanye Antirokok

Meski Negara Terima Ratusan Triliun, Anies Tetap Kampanye Antirokok - inilah.com
istimewa

Belum lama ini beredar ramai informasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyurati konglomerat pemilik perusahaan media ternama yang juga pendiri Bloomberg Philantropies, Michael R Bloomberg, berkait dengan kampanye antirokok, meski di Indonesia sendiri cukai rokok menyumbang ratusan triliun pada pundi-pundi keuangan negara.

Sementara itu sesuai catatan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan cukai hasil tembakau atau cukai rokok hingga akhir Februari 2021 tumbuh 50,6 % year on year (yoy), atau telah terkumpul sebesar Rp 27,44 triliun.

Secara keseluruhan penerimaan cukai rokok dalam dua bulan pertama tahun 2021 itu setara dengan 15,79% dari target akhir tahun sebesar Rp 173,78 triliun.

Baca juga  Hadiri Munas Ulama PPP, Anies Diberi Sorban

Adapun surat  yang ditulis Anies pada tahun 2019 itu sempat dituduh sebagai bentuk permintaan dana untuk Nyapres Anies pada pemilik Bloomberg, padahal isi surat itu tentang komitmen Anies untuk ikut kampanye antirokok, atau membebaskan Jakarta dari rokok.

Anies membuktikan mendukung kampanye Antirokok dengan mengeluarkan Seruan Gubernur (Sergup) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembinaan Kawasan Dilarang Merokok.

Sergup yang diteken Anies pada 9 Juni 2021 itu bermuatan larangan iklan, reklame rokok atau zat adiktif, baik di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) di Jakarta.

Kemudian meminta para pengelola gedung untuk memasang tanda larangan merokok di setiap pintu masuk dan lokasi yang mudah diketahui oleh tiap orang di area gedung serta memastikan tidak ada yang merokok di kawasan dilarang merokok.

Baca juga  Beda Ketika Anies-Jokowi Memaknai HUT TNI ke-76

Selanjutnya tidak menyediakan asbak dan tempat pembuangan puntung rokok lainnya pada kawasan dilarang perokok.

Besarnya pendapatan dari cukai menunjukkan bahwa konsumsi rokok masih sangat tinggi, sehingga sikap Anies yang mengendalikan konsumsi rokok dinilai sudah tepat.

“Saya melihat saat ini dana cukai masih cenderung banyak digunakan untuk kuratif daripada preventif,” kata Deni Wahyudi Kurniawan, S.Si., MA sebagai Anggota Kesehatan Masyarakat Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu, (06/10/2021).

Dengan demikian, Deni menilai konteks Anies mengirim surat ke Blomberg sebagai langkah melindungi masyarakat Ibu Kota Jakarta dari bahaya rokok.

Baca juga  Ratusan Kader dan Pengurus Partai Ummat di Batam Mengundurkan Diri

“Pak Anies menyurati Bloomberg sebagai salah satu anggota dari Partnership for Healthy Cities (PHC) yang didukung oleh WHO dimana Bloomberg adalah salah satu inisiatornya,” pungkas Deni.

Tinggalkan Komentar