Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Militer Indonesia Masuk 15 Besar Dunia, TNI-Polri Jangan Dibanding-bandingkan

Jumat, 25 Nov 2022 - 13:05 WIB
Latihan gabungan TNI dan - inilah.com
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal Mark A. Milley di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (24/7/2022) (Foto: Associated Press)

Sudah lebih dari dua dekade Polri dipisah dari TNI, pasca reformasi muncul kesan bahwa peran kepolisian lebih mendominasi ketimbang peran militer dalam sendi-sendi kehidupan. Benarkah demikian?

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan, kedua institusi jangan dibanding-bandingkan. Sebab, ada dua Undang-Undang (UU) yang berbeda sebagai acuan mengukur peran dan kinerja dari kedua lembaga tersebut.

“Jadi jangan dicampuradukkan, jangan dibanding-bandingkan (antara TNI dengan polri). Apakah polri sudah sesuai UU atau tidak. Dan apakah TNI sudah sesuai dengan UU atau tidak. Itu pertanyaannya,” ujarnya kepada Inilah.com, Jumat (25/11/2022).

Lebih jauh dia menilai, apa yang sudah dilakukan TNI selama ini terbilang memuaskan. Menurutnya, capaian TNI yang mampu bertengger di peringkat ke-15 sebagai kekuatan militer terkuat, sudah cukup mewakili pertanyaan seputar kinerja TNI.

Baca juga
Siap Bantu Polri, TNI Bakal Kawal Objektivitas Autopsi Ulang Brigadir J

Pernyataan ini, selaras dengan data yang dirilis Global Fire Power (GFP). Berdasarkan data yang diperbaharui pada 4 September 2022, Indonesia masuk dalam peringkat 15 dalam hal kekuatan militer terkuat di dunia. Dengan Power Index (PwrIndx) 0,2251.

Pencapaian ini, dia sebut sudah sesuai dengan semangat reformasi. “Jadi sudah cukup bagus kalau menurut hemat saya, tidak banyak negara-negara yang memiliki kemampuan angkatan perang yang cukup begitu,” jelasnya.

Soal pemuktahiran Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI, dia menegaskan, dirinya bersama Komisi I DPR akan selalu mendukung setiap alutsista yang diajukan TNI melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Tentunya, sambung dia, dengan beberapa pertimbangan.

Baca juga
Kapolri: Pengusutan Kasus Kematian Brigadir J akan Dipertanggungjawabkan ke Publik

“Dengan catatan kalau negara, memiliki uang yang cukup. Ya kalau negara tidak punya uang yang cukup, maka ada prioritas-prioritas yang harus diselesaikan oleh negara begitu. Seperti masalah kesejahteraan rakyat, pendidikan rakyat, baru setelah itu bicara soal pertahanan yang kuat begitu ya,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar