Minggu, 27 November 2022
03 Jumadil Awwal 1444

Minyak Dunia Turun, Kebangetan Kalau Jokowi Tak Cabut Kenaikan BBM Subsidi

Sabtu, 10 Sep 2022 - 11:45 WIB
Presiden Jokowi umumkan kenaikan harga BBM.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira bilang, turunnya harga minyak dunia, seharusnya jadi momentum pemerintah mengkaji ulang kenaikan harga BBM subsidi.

Kepada Inilah.com, Sabtu (10/9/2022), Bhima berharap, pemerintah mencermati tren harga minyak mentah dunia yang sedang turun. “Masih ada kesempatan untuk meninjau ulang kenaikan harga BBM subsidi. Idealnya harga BBM turun dalam waktu dekat,” ujar Bhima.

Merosotnya harga minyak mentah dunia, menurut Bhima, seharusnya menjadi rujukan dalam menentukan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Sehingga bisa mengurangi beban subsidi energi yang selama ini dikeluahkan Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Bisa, karena secara alamiah ketika harga minyak mentah sebagai rujukan harga BBM didalam negeri menurun maka beban subsidi energi juga ikut turun,” kata Bhima.

Baca juga
Pertamina Masih Bahas Peluang Pertamax Naik Jadi Rp16 Ribu per Liter

Bhima menjelaskan, jika pemerintah ingin melakukan pembatasan, maka pembatasan tersebut harus dilakukan secara proporsional ketimbang menaikan harga BBM karena dapat menyengsarakan rakyat. “Kalau memang ingin pembatasan, ya lakukan pembatasan dengan proporsional dibanding mekansime naik turun harga BBM, karena imbasnya kenaikan harga itu luas sekali ke semua sektor termasuk pangan,” imbuh Bhima.

Tepat seminggu, Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi (Pertalite dan Solar) dan Pertamax. Untuk Pertamax naik dari Rp7.650 menjadi Rp10.000 per liter, solar dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, dan Pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Baca juga
Jokowi Kumpulkan 12 Organisasi Mahasiswa di Istana, Bahas IKN hingga Harga Migor

Jokowi mengeklaim, kkeputusan ini telah mempertimbangkan banyak hal, baik harga minyak dunia yang masih tinggi, nilai tukar rupiah dan penambahan volume konsumsi BBM. “Saya sebetulnya ingin harga BBM dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN tetapi anggaran subsidi dan kompensasi tahun 2022 telah meningkat 3 kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,24 triliun,” ungkap Jokowi.

Dia bilang, subsidi bisa terus meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Pada sisi lain, subsidi BBM dinikmati oleh sebagian besar orang kaya. “Dan lagi lebih dari 70% subsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu yaitu pemilik mobil pribadi,” ujarnya.

Baca juga
Industri Dipersulit Pasang PLTS Atap, Muncul Tagar #JokowiTegurPLN

 

 

Tinggalkan Komentar