Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Minyak Goreng Langka, Tingkat Kepuasan ke Jokowi Anjlok

Minggu, 15 Mei 2022 - 17:32 WIB
Jokowi Minyak anjlok - inilah.com
twitter jokowi

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo anjlok. Temuan terbaru Indikator Politik Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi kini berada di angka 58,1 persen.

Angka ini, menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, terendah dalam kurun enam tahun terakhir.

Burhanuddin mengatakan, salah satu alasan turunnya approval rating terhadap kinerja Jokowi terkait kasus mafia minyak goreng.

“Ada 7,4 persen masyarakat yang tidak puas dengan kinerja Jokowi dilatari dengan pandangan bahwa pemerintah gagal menangani mafia minyak goreng,” kata Burhanuddin saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Drama Minyak Goreng dan Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Presiden’ secara virtual, Minggu (15/5/2022).

Baca juga
Ketua DPR Diminta Berperan Atasi Kenaikan Harga Minyak Goreng

Menurutnya, penuntasan pengusutan perkara kasus mafia minyak goreng akan turut berdampak pada tren kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden.

Selain kasus mafia minyak goreng, alasan lain dari ketidakpuasaan masyarakat terhadap kinerja Jokowi juga terkait naiknya harga-harga kebutuhan bahan pokok, bantuan tidak merata, juga sulitnya lapangan pekerjaan.

Direktur Pusat Kajian Anti-Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainal Arifin Muchtar mengatakan, perlu upaya serius dan berdampak langsung yang harus dilakukan Jokowi dalam kasus mafia minyak goreng.

Menurutnya, sapaan Zainal Arifin, butuh lompatan hukum luar biasa yang dilakukan Jokowi, salah satunya dengan terus mendukung dan mengawal langsung jalannya perkara.

Baca juga
Guyur Pasar dengan Migor Rp14 Ribu, Mendag Panggil Produsen Minyak Goreng

“Saya masih menunggu kasus sebenarnya dari mafia minyak goreng ini. Kalau kasusnya lebih tinggi tingkatannya, bukan hanya gratifikasi, Kejaksaan Agung akan sulit membuka petanya. Karena itu, Jokowi harus terlibat langsung, apalagi Kejaksaan berada di bawah presiden,” kata Zainal.

Sebagai informasi, survei terbaru Indikator Politik ini digelar pada 5-20 Mei 2022 dengan 1.228 responden. Sampel diambil secara acak melalui telepon seluler. Survei memiliki margin of error 2,9% dengan tingkat kepercayaan 92 persen. [ikh]

Tinggalkan Komentar