Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Minyak Mentah Nyusruk di Bawah US$100 per Barel, BBM tak Jadi Naik

Minyak Mentah Nyusruk di Bawah US$100 per Barel, BBM tak Jadi Naik

Harga minyak mentah terjun bebas hingga empat persen pada perdagangan Senin (25/4/2022), waktu Amerika Serikat (AS). Harga bahan bakar minyak (BBM) berpeluang tak jadi naik.

Harga minyak dunia melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran prospek permintaan energi global karena penguncian covid-19 yang berkepanjangan di Shanghai, China. Melansir Antara, Selasa (26/4), minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni anjlok US$3,53 atau 3,5 persen, menjadi di bawah US$100 per barel. Tepatnya US$98,54 per barel. Sedangkan, minyak mentah berjangka Brent merosot US$4,33 atau 4,1 persen menjadi US$102,32 per barel

Baca juga
Greenpeace Blokade Kapal Tanker Pertamina di Lepas Pantai Denmark

Kedua kontrak minyak tersebut ditutup pada level terendah sejak 11 April. Jika dibandingkan dengan level tertinggi sejak 2008 pada awal Maret lalu, terhitung harga minyak gugur sekitar 25 persen. “Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat tahun ini di tengah kenaikan suku bunga AS telah mengakibatkan perkiraan permintaan minyak turun,” ungkap seorang Analis di Konsultan Eurasia Group.

Penguncian minggu keempat di Shanghai membuat investor kian pesimis dengan permintaan minyak. Pasalnya, China merupakan importir minyak terbesar dunia. Selain itu, harga minyak juga tertekan menyusul pernyataan Kementerian Energi Libya yang menyebut ladang minyak ditutup karena blokade selama ini akan melanjutkan produksi dalam beberapa hari.

Baca juga
Honda dan GM Siap Kembangkan Mobil Listrik dengan Harga Terjangkau

Di sisi lain, dolar AS naik ke level tertinggi sejak dua tahun terakhir terhadap sederet mata uang asing lainnya. Penguatan dolar AS berimbas ke pengurangan permintaan karena jadi mahalnya impor minyak.

Tinggalkan Komentar