Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Minyak Naik karena Pasar Khawatirkan Pasokan daripada Resesi

Selasa, 05 Jul 2022 - 09:16 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Minyak Naik Karena Pasar Khawatirkan Pasokan daripada Resesi - inilah.com
Foto: iStockphoto.com

Harga minyak naik pada perdagangan Senin waktu setempat atau Selasa (5/7/2022) pagi WIB. Sebab, pasar minyak khawatir akan pasokan akibat produksi OPEC yang lebih rendah. Kondisi itu diperparah oleh kerusuhan di Libya dan sanksi terhadap Rusia. Semua itu melebihi kekhawatiran resesi global yang melemahkan permintaan.

Inflasi zona euro mencapai rekor tertinggi lagi pada bulan Juni, memperkuat kasus kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa yang cepat, sementara sentimen konsumen AS mencapai rekor terendah.

Minyak mentah Brent naik 2,26 dolar AS atau 2,0 persen menjadi diperdagangkan di 113,89 dolar AS per barel pada pukul 16.48 GMT setelah jatuh lebih dari satu dolar AS di awal perdagangan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,20 dolar AS atau 2,0 persen menjadi diperdagangkan di 110,63 dolar AS, dalam volume tipis karena liburan Hari Kemerdekaan AS.

Baca juga
Katalis Kuat IHSG: Aksi Beli Asing, Perekonomian Bullish, dan Harga Komoditas

Survei Reuters menyebutkan bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melewatkan target untuk meningkatkan produksi pada bulan Juni.

Anggota OPEC Libya, pihak berwenang menyatakan force majeure di pelabuhan Es Sidr dan Ras Lanuf serta ladang minyak El Feel, pada hari Kamis (30/6) mengatakan bahwa produksi minyak turun 865.000 barel per hari (bph).

Sementara itu, perusahaan minyak milik negara Petroecuador menyebutkan produksi Ekuador telah dilanda kerusuhan lebih dari 2 minggu yang menyebabkan negara itu kehilangan hampir 2.000.000 barel produksi.
​​​​​
Menambah kesengsaraan pasokan, pemogokan minggu ini di Norwegia dapat memotong pasokan dari produsen minyak terbesar Eropa Barat dan mengurangi produksi minyak secara keseluruhan sekitar 8,0 persen.

Baca juga
Panduan Trading Empat Saham saat IHSG Tembus ‘All Time High’

“Latar belakang pemadaman pasokan yang meningkat ini bertabrakan dengan kemungkinan kekurangan kapasitas produksi cadangan di antara produsen minyak Timur Tengah,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM, merujuk pada kemampuan terbatas produsen untuk memompa lebih banyak minyak.

Ia melanjutkan, “Dan tanpa produksi minyak baru yang segera mencapai pasar, harga akan dipaksa lebih tinggi.”

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin (4/7) meminta kelompok produsen OPEC+ untuk memproduksi lebih banyak minyak untuk mengatasi krisis biaya hidup.

Minyak mentah Brent pada tahun ini telah mendekati untuk mencapai rekor tertinggi 2008 sebesar 147 dolar AS per barel setelah invasi Rusia ke Ukraina menambah kekhawatiran pasokan.

Baca juga
Pasar Minyak Lebih Khawatirkan Pasokan Ketimbang Resesi

Melonjaknya harga energi di balik larangan minyak Rusia dan berkurangnya pasokan gas telah mendorong inflasi ke level tertinggi selama beberapa dekade di beberapa negara dan memicu kekhawatiran resesi.

Tinggalkan Komentar