Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Misi Dagang Mendag Zulhas ke Saudi Pacu Ekspor UMKM hingga Rp104 Miliar

Rabu, 25 Jan 2023 - 12:40 WIB
Persahabatan Zulhas-Majid Tandai Babak Baru Perdagangan RI-Arab Saudi - inilah.com
Salah satu momen keakraban Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dengan Mendag Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Qasabi saat mengunjungi kawasan Al-Ula, Arab Saudi, Minggu (22/1/2023). (Foto: Humas Kemendag)

Kunjungan misi dagang Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ke Arab Saudi pada Minggu (22/1/2023) memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Hal itu ditandai dengan besarnya transaksi dari segmen usaha tersebut yang ditaksir mencapai US$6 juta hingga US$7 juta.

Angka itu setara Rp89,86 miliar hingga Rp104,83 miliar mengacu pada kurs Rp14.976,75 per dolar AS.

“Ini berasal dari UMKM yang melakukan ekspor ke Arab Saudi. Ini tercantum dalam perjanjian dagang selama misi dagang Pak Menteri ke Arab Saudi,” kata Kepala Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (Indonesian Trade Promotion Center/ITPC) Jeddah, Muhammad Rivai Abbas saat dihubungi Inilah.com dari Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Lebih jauh, ia menjelaskan beberapa hal strategis dan penting dalam hubungan dagang Indonesia-Arab Saudi. Pertama, memaksimalkan para pengusaha diaspora Indonesia di Arab Saudi yang mau membantu menggenjot ekspor Indonesia.

“(Ekspor Indonesia ke Arab Saudi) sebenarnya rata-rata merupakan produk-produk yang sudah ada di Arab Saudi. Tapi, kita bisa maksimalkan para pengusaha diaspora itu,” ujarnya.

Baca juga
Mendag Zulhas dan The Power of Optimism

Salah satunya, sambung Rivai, adalah memaksimalkan ekspor produk refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein alias minyak goreng yang nilai kontrak sangat besar.

“Selama ini, Arab Saudi banyak mengambil (mengimpor minyak goreng) dari negara-negara lain seperti Malaysia atau produsen yang sudah ada di Arab, seperti Jordan,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya, juga mendorong ekspor produk-produk yang berkaitan dengan haji dan umrah. “Ini terutama berkaitan langsung dengan kebutuhan konsumsi haji,” ucapnya.

Begitu juga dengan rencana strategis Mendag Zulhas yang akan membuka super market Indonesia di Arab Saudi. “Sudah ada kerja sama dengan salah satu importir besar di Arab Saudi, yaitu Said Bawazir Trading Corporation dalam rangka menyuplai kebutuhan-kebutuhan besar Arab Saudi dari Indonesia,” papar dia.

Baca juga
Mendag Bakal Gelar Operasi Pasar di Cianjur Pasca-Gempa Magnitudo 5,6

Untuk itu, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PT PPI akan terlibat secara langsung mendorong ekspor produk-produk Indonesia secara umum ke Saudi.

“Tidak hanya dari produsen-produsen besar tapi juga dari usaha-usah mikro, kecil, dan menengah atau UMKM,” ungkap Rivai.

Dengan demikian, ia menegaskan optimismenya, perjanjian dagang antara Indonesia dengan Arab Saudi yang sudah diteken bakal segera terealisasi. “Mudah-mudahan!” timpal dia penuh harap.

Dengan demikian, lanjutnya, misi dagang yang dipimpin langsung Mendag Zulhas itu juga dianggap sukses, bukan hanya karena membukukan kerja sama bernilai besar, Rp2,3 triliun, melainkan juga menjadi babak baru hubungan perdagangan Indonesia dan Arab Saudi yang lebih baik.

Sebelumnya, Zulhas dan rombongan Kemendag bertolak ke Arab Saudi akhir pekan lalu hingga Senin (23/1/2023). Dalam misi dagang berskala besar itu, berbagai sektor strategis dibicarakan oleh kedua negara, termasuk rencana kerja sama dengan Saudi Food and Drugs Authority (SFDA) yang akan menguntungkan para petani dan peternak Indonesia untuk menjual produknya ke Arab Saudi.

Baca juga
Cegah PHK Massal, Menko Airlangga Paksa Anggaran untuk Belanja Produk Lokal

Nilai perdagangan Indonesia-Saudi Arabia hingga November 2022 mencapai US$7 miliar. Sementara ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai lebih US$1,8 miliar. Angka ini tumbuh lebih dari 31 persen secara tahunan (year on year) hingga November 2022. Impor Indonesaia dari Arab Saudi masih besar karena didominasi oleh Migas yang naik lebih dari 50 persen.

“Nilai ekspor itu belum setahun penuh di 2022, ada kemungkinan bisa tumbuh hingga US$2 miliar,” imbuh Rivai.

Tinggalkan Komentar