Sabtu, 02 Juli 2022
03 Dzul Hijjah 1443

Misi Keberlanjutan dan Pengembangan Inovasi Michelin dalam Ajang Formula E

Selasa, 31 Mei 2022 - 17:51 WIB
Michelin Formula E
(dok. Michelin Indonesia)

Usai gelaran seri MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit pada Maret lalu, pecinta otomotif Indonesia kembali dimanjakan dengan hadirnya Jakarta E-Prix 2022 yang akan diadakan pada 4 Juni mendatang.

Menyambut musim ke-8 dari ajang balap mobil listrik yang akrab disebut FIA Formula E, Michelin kini kembali bersiap untuk hadir dengan berbagai teknologi dan inovasi terbaru, sebagai upayanya untuk mendukung mobilitas berkelanjutan.

Sejak pertama kali diadakan pada September 2014, Michelin sebagai salah satu founding fathers, senantiasa memanfaatkan seri balap ini sebagai wadah untuk mengembangkan teknologi baru serta ban masa depan.

Selama tujuh musim diselenggarakannya Formula E, Michelin telah menghasilkan tiga generasi ban balap yang tidak hanya tersedia dalam ukuran baru, tetapi juga mengombinasikan konsistensi dan ketahanan luar biasa, baik dalam kondisi jalanan kering maupun basah.

Keterlibatan Michelin dalam Formula E tidak hanya untuk mengembangkan teknologi dan performa ban, namun sejalan dengan target perusahaan untuk melindungi lingkungan. Mulai dari proses produksi ban, pengangkutan ban hingga ke titik tujuan ajang Formula E, semuanya mengutamakan netralitas emisi karbon.

Baca juga
Wagub DKI: Lokasi Balap Formula E Akan Segera Diumumkan

Melalui penggunaan delapan ban atau dua set per kejuaraan, Formula E menjadi kejuaraan dunia FIA dengan konsumsi ban paling sedikit, yang artinya hanya sejumlah kecil ban diproduksi untuk kejuaraan dengan lebih sedikit kebutuhan penutup ban, yang membantu Michelin mewujudkan pengurangan jejak karbon.

Formula E

Manager Program Formula E Michelin Mirko Pirrachio mengatakan bahwa format kualifikasi baru pada Formula E memberikan dampak pada penentuan strategi ban. “Mengingat alokasi ban yang dimiliki pembalap, kualitas dan performa ban yang konsisten tampil prima menjadi sangat penting meskipun menggunakan ban yang sama berulang kali.”

“Keunggulan Michelin Pilot Sport yang fleksibel dan tahan lama memungkinkan pembalap dapat menerapkan pengaturan dan tekanan ban yang sesuai. Selain itu, sistem teknologi ‘connected tyre’ yang terdapat pada ban memudahkan tim Michelin untuk melacak performa ban, seperti memantau tekanan ban dari jarak jauh dan menghasilkan data yang terenkripsi,” lanjutnya.

Baca juga
MotoGP Mandalika Lewat, Gubernur Anies: Formula E Paling Banyak Diberitakan

Pirrachio merasa ajang balap Formula E di Jakarta nanti akan menjadi balapan yang sangat menarik. Sirkuit di Jakarta merupakan sirkuit baru yang berlokasi di tengah kota, hal ini tentu akan menjadi momen penting bagi Michelin.

Ia juga memperkirakan kemungkinan kondisi cuaca akan panas pada balapan di musim ini, meski demikian kondisi itu bukan kali pertama untuk ban Michelin Pilot Sport EV yang kemampuannya sudah sering didemonstrasikan untuk menghadapi berbagai kesulitan di lintasan balap.

Formula E

Investasi Michelin dalam teknologi baru dan inovatif selaras dengan rencana Group’s All Sustainable yang berupaya meraih titik ideal dalam keseimbangan antara kebutuhan 3P (People, Profit, Planet).

Baca juga
Realme Turut Ramaikan Balap Formula E di Sirkuit JIEC Jakarta

Seperti ban yang dihadirkan Michelin sebelumnya pada Le Mans 24 Hours 2021, ban balap pertama diklaim 46 persen terbuat dari bahan yang berkelanjutan, seperti karet alam, karbon hitam pada ban yang habis masa pakai, serta bahan alami seperti kulit jeruk dan lemon, minyak bunga matahari, resin tumbuhan pinus dan material baja yang diperoleh dari kaleng bekas.

Ban ini merupakan bukti nyata dari rencana Michelin untuk memproduksi ban yang sepenuhnya berkelanjutan pada tahun 2050, dengan target sementara 40 persen pada tahun 2030.

Tinggalkan Komentar