Jumat, 12 Agustus 2022
14 Muharram 1444

Misi Perdamaian Jokowi Kuatkan Niat Investor Masuk Indonesia

Kamis, 30 Jun 2022 - 17:18 WIB
Misi Perdamaian Jokowi Kuatkan Niat Investor Masuk Indonesia
Jalankan misi perdamaian ke Ukraina dan Rusia, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara, Iriana.

Misi diplomasi perdamaian Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ukraina dan Rusia, diapresiasi Anggota Komisi XI DPR asal Gerindra, Kamrussamad. Memperkuat minat investor masuk Indonesia.

Kata Kamrussamad, diplomasi perdamaian yang sedang diperjuangkan Presiden Jokowi, semakin menguatkan kredibilitas Indonesia sebagai negara besar dan sebagai Presidensi G20. Selain itu, Kamrussmad juga menekankan bahwa diplomasi perdamaian ini, diyakini akan meningkatkan kepercayaan investor untuk masuk ke Indonesia.

“Selain menjalankan mandat konstitusi dalam menerapkan politik bebas aktif, misi perdamaian Presiden Jokowi ke Ukraina sangat relevan dengan status Indonesia yang saat ini memegang Presidensi G20,” papar Kamrussamad, di Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Tahun ini, kata anak buah Prabowo itu, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah KTT G20. Sejumlah agenda penting terkait perekonomian dunia, bakal dibahas dengan serius.

“Tentu memiliki tanggung jawab lebih untuk merangkul semua negara dalam mensukseskan agenda G20 tahun ini dalam rangka pemulihan ekonomi global pasca pandemi. Ini pula yang dijalankan oleh DPR dalam peran diplomasi parlemennya di forum-forum internasional,” ungkap Kamrussamad.

Baca juga
Sambangi Putin di Istana Kremlin, Jokowi Bawa Kabar Baik untuk Petani Indonesia

Terkait lawatan Presiden Jokowi ke Ukraina disusul Rusia, menurut Kamrussamad, menjadi sejarah baru bagi Indonesia dalam kancah dunia.

“Ini catatan sejarah diplomasi Indonesia. Saya yakin, misi perdamaian ini juga akan meningkatkan kepercayaan investor ke Indonesia. Total nilai investasi pada kuartal I-2022 mencetak rekor pertumbuhan tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir, tumbuh 28,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp219,7 triliun.”

Ekonom senior, Prof Didik J Rachbini mengapresiasi misi perdamaian Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia. Seharusnya, lebih banyak pemimpin yang melakukan hal seperti Jokowi. Jangan malah unjuk kegagahan dan kepongahan untuk mengobarkan perang seperti masa perang dunia kesatua dan kedua.

Baca juga
Akhirnya, Jokowi Bagi-bagi Sepeda Lagi

“Misi perdamaian Jokowi ke Ukraina dan Rusia merupakan secercah harapan dan langkah awal agar bumi lebih damai dan jauh dari perang. Upaya perdamaian ini patut diacungi jempol dan tidak boleh berhenti melainkan nanti dilanjutkan oleh menteri di bawahnya,” tutur Prof Didik.

Setelah hampir 8 tahun, kata Prof Didik, Jokowi enggan datang ke forum-forum internasional, sekarang saat yang tepat untuk memerankan politik bebas aktif, seperti diamanatkan UUD 1945. Citra dan kesan bahwa Jokowi ‘inward looking’ mulai pupus, karena sering tidak pernah hadir dalam pertemuan-pertemuan internasional.

“Namun sekali berperan dalam misi perdamaian ini, maka sekarang sudah memainkan peran yang strategis bagi dunia. Peranan ini juga sangat penting bagi Indonesia karena ini merupakan amanat UUD 1945,” tuturnya.

Dia bilang, misi perdamaian Jokowi menjadi permulaan yang sangat baik, cukup mengejutkan Jokowi mengambil keputusan ini, tentu dengan resiko bahaya yang tidak kecil, apalagi bersama Ibu Negara. Setelah bertemu Presiden Putin, misi perdamaian ini perlu dilanjutkan dalam kunjungan ke negara-negara besar di dalam G-20 sendiri, utamanya Cina, yang sekarang tetap menahan diri.

Baca juga
Mulai Jokowi sampai Ketum Parpol, Semua Diundang Nonton Formula E

“Jokowi juga perlu hadir berpidato di forum PBB untuk menyuarakan perdamaian dunia. Para menterinya perlu mempersiapkan panggung jika momentum kunjungan ini mendapat sambutan yang baik dari kedua belah pihak,” ungkap Rektor Universitas Paramadina itu.

 

Tinggalkan Komentar