Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Misteri Kaus Kaki Bolong di Piala Dunia Qatar

Senin, 28 Nov 2022 - 17:22 WIB
Kaus Kaki Piala Dunia
Bukayo Saka terlihat mengenakan kaus kaki bolong saat turut membawa Inggris membenamkan Iran 6-2 dalam laga penyisihan grup Piala Dunia Qatar 2022. (foto: Getty Images)

Banyak penonton Piala Dunia 2022 bingung selama pertandingan penyisihan grup pertama Inggris melawan Iran Senin (21/11/2022). Ini setelah melihat tayangan ada lubang di kaus kaki penyerang Arsenal Bukayo Saka. Kaus kakinya rusak atau ada alasan lain?

Saka sempat mencetak dua gol untuk keunggulan Inggris atas Iran 6-2 pada laga pembuka Grup B di Stadion Internasional Khalifa, Qatar itu. Penampilan dengan kaus kaki bolong itu rupanya sering ditunjukkan Bukayo Saka saat membela Arsenal.

Saka bukan satu-satunya pemain yang memiliki lubang di kaus kakinya. Jude Bellingham yang bermain untuk tim Bundesliga Borussia Dortmund serta tim nasional sepak bola Inggris juga melakukannya saat pertandingan Inggris melawan Iran. Ada juga dua kompatriot Saka, yakni Kyle Walker dan Danny Rose yang juga sering terlihat dengan kaus kaki bolong.

Tak cuma itu andalan The Toffees, Mason Holgate, juga sempat turun dengan kaus kaki bolong pada Liga Primer Inggris antara West Ham dan Everton pada April 2022 lalu. Yang unik, pemain Valencia Ezequiel Garay pernah dipaksa untuk mengganti kaus kakinya dengan yang baru setelah wasit menganggap kaus kaki bolong yang dikenakannya tidak sesuai dengan aturan berpakaian olahraga.

Baca juga
VAR di Piala Dunia Qatar, Dicerca Sekaligus Dipuji

Lalu mengapa beberapa pesepakbola membuat lubang di kaos kakinya terutama di bagian betisnya? Ternyata, memiliki kaus kaki berlubang bahkan lebih dari satu bukanlah mereka menggunakan kaus kaki usang atau produk gagal. Aksi sejumlah pemain ini bisa dibilang sangat cerdas.

Pesepakbola profesional menggunakan kaus kaki panjang menutupi betis mereka untuk membantu otot kaki mereka tetap hangat. Sekaligus membantu menjaga tulang kering agar lebih aman. Meskipun sangat berguna, namun penggunaan kaos kaki ini bisa sangat ketat dan membatasi aliran atau sirkulasi darah.

Untuk menghindari kemungkinan cedera, beberapa pemain membuat lubang di kaus kaki untuk mengurangi tekanan pada sirkulasi darahnya. Berbicara setelah pertandingan antara Manchester City dan Newcastle United pada 2018 ketika kaus kaki Kyle Walker terlihat berlubang, pengamat BT Sport Jermaine Jenas menjelaskan tren modern pesepakbola untuk meredakan ketegangan di betis mereka.

“Ini tentang fungsionalitas. Dia jelas berpikir kaus kakinya terlalu ketat sehingga dia membuat lubang di dalamnya untuk membantu sirkulasi di betisnya sehingga dia tidak mengalami kram,” katanya. Dan ternyata ini bukan hal baru di dunia persepakbolaan.

Baca juga
Netanyahu Kontak MbS untuk Minta Dukungan Perang dengan Iran

Dr Stefaan Vossen, pendiri Core Clinics mendukung alasan ilmiah melubangi kaus kaki. Berbicara kepada The Mirror, dia menjelaskan bahwa pesepakbola menggunakan kaus kaki baru untuk setiap pertandingan, yang bisa membuat mereka merasa sesak ketika dikenakan.

Saat pertandingan berlangsung, betis pesepakbola akan membengkak karena terisi darah akibat kelelahan. Hal ini dapat menyebabkan kaus kaki terasa kencang dan akan membatasi suplai darah di kaki mereka. Jadi kaus kaki yang terlalu ketat bisa menjadi masalah nyata. Dengan mengurangi tingkat kompresi maka dapat meningkatkan performa karena mengurangi kelelahan otot.

Berbicara tentang manfaat fisik, Dr Vossen mengatakan meskipun ada kemungkinan manfaat fisik dari memotong lubang yang disesuaikan pada kaus kaki para pemain, ada juga kemungkinan manfaat psikologis. “Pesepak bola memiliki ritual persiapan pra-pertandingan yang ekstensif dan kapan pun mereka menemukan sesuatu yang mereka rasa dapat meningkatkan performa, mereka ingin mengulanginya.”

Selain itu, Dr Vossen menambahkan, dengan melubangi kaus kaki dapat mengurangi kelelahan selama latihan yang lama dan mengurangi pembengkakan pasca-latihan. Kaus kaki yang tidak pas atau terlalu ketat dapat mengurangi suplai oksigen ke otot, menyebabkan iritasi saat bermain, dan meningkatkan risiko trombosis (pembentukan bekuan darah – keadaan darurat medis).

Baca juga
Kalah Satu Gol dari Australia, Tunisia di Ujung Tanduk

“Dengan menyesuaikan kaus kaki melalui lubang yang ditempatkan secara strategis, pesepakbola dapat mencapai tingkat kompresi yang ideal untuk paha mereka sepanjang pertandingan.”

Bagaimana dengan pemain di Indonesia? Di Liga Indonesia, mantan striker Persija Jakarta, Marko Simic, juga sempat menjadi sorotan dengan kaus kaki bolongnya. Apakah pemakaian kaus kaki bolong ini akan juga dilakukan para pemain Indonesia lainnya untuk mempertahankan kinerjanya di lapangan? Mari kita lihat saat mereka bermain atau berlatih.

Tinggalkan Komentar