Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Misteri Listiarini Terjawab, Wanita yang Mundur dari Direksi Pupuk Pilih Berpolitik

Sabtu, 04 Des 2021 - 07:28 WIB
Listiarini - inilah.com
Listiarini Dewajanti mundur dari direksi Pupuk Indonesia masuk PSI

Beberapa waktu lalu, berita mundurnya Listiarini Dewajanti dari jabatan direktur keuangan dan investasi PT Pupuk Indonesia (Persero), sempat heboh. Apalagi dikait-kaitkan isu meruginya PT Rekayasa Industri (Rekind).

Pada Jumat (3/12/2021), Mbak Lis, sapaan akran Listiarini Dewajanti resmi menyatakan diri bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Partai yang sekarang dikomandani penyanyi Giring Ganesha. “Hari ini saya resmi bergabung dengan PSI. Saya pikir sudah saatnya kalangan profesional untuk mulai berkiprah di bidang sosial-politik. Partai politik memerlukan pemikiran dan pengalaman kaum profesional,” kata Listiarini di Basecamp DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (3/12/2021).

Mbak Lis, mengaku sudah tiba momen untuk berkontribusi kepada masyarakat melalui jalur sosial-politik. “Saya sudah berkarier secara profesional di BUMN selama 32 tahun dan semua berjalan dengan baik. Kini saatnya memasuki dan berkontribusi di bidang lain untuk kemajuan Indonesia,” katanya.

Perihal alasannya bergabung dengan PSI, dia bilang, PSI dipenuhi anak muda, para pemilik masa depan. “Di PSI, anak-anak muda adalah para penentu kebijakan. Saya ingin berbagi pengalaman dan bekerja bersama mereka,” ujarnya.

Di PSI, secara spesifik, Lis menyatakan akan ikut mengembangkan dan bekerja dalam urusan sustainability yang juga merupakan kepedulian kaum muda. “Selain itu, sebagai passion dan bidang keilmuan, saya juga ingin mengembangkan smart farming dan memperjuangkan pengarustamaan environmental, social and governance (ESG) financing, yang di dalamnya termasuk green financing,” katanya.

Baca juga
Pembukaan BRI Liga 1 Jadi Momen Kebangkitan Sepak Bola Tanah Air

Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha menyambut gembira bergabungnya Lis. Di PSI, Lis diserahi amanat sebagai Ketua Dewan Pakar. “PSI sedang menyiapkan diri secara serius menjelang Pemilu 2024. Bergabungnya sosok seperti Sis Lis sangat membesarkan hati. Kontribusi kaum profesional tentu sangat bermanfaat untuk PSI, memberi energi baru agar kami mampu berlari cepat di rel yang tepat,” ujar Giring.

Sebelumnya, kepergian Lis yang baru 3 bulan duduk di jajaran direksi Pupuk Indonesia, melahirkan banyak spekulasi. Salah satunya dikaitkan dengan kerugian yang mendera Rekind senilai Rp1,7 triliun. Masalah ini juga menyeret Garibaldi Thohir, kakak Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga
Harga Pupuk Naik Hingga 120 Persen, Petani Sawit Menjerit Minta DPR Turun Tangan

Sebelumnya, SVP Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, berdasarkan surat Lis kepada pemegang saham tertanggal 11 Oktober 2021, alasan pengunduran diri adalah karena yang bersangkutan ingin berkontribusi kepada masyarakat, khususnya di bidang pertanian, melalui jalur sosial politik.

“Maka, beliau menyatakan mundur dari karier profesional sesuai dengan Butir KELIMA SK BUMN dan Peraturan Menteri BUMN PER-11/MBU/07/2021 tanggal 30 Juli 2021 di mana disebutkan bahwa persyaratan formal seorang direktur BUMN adalah bukan pengurus partai politik dan/atau calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota,” ujar Wijaya.

“Sebagaimana isi surat tersebut, Beliau menyampaikan pengunduran diri secara sukarela atas dasar kepatuhan terhadap SK dan Peraturan Menteri di atas,” lanjutnya.

Baca juga
Erick Thohir Ingatkan jangan Ada Lagi Korupsi di BUMN

Lis menjabat sebagai Direktur Keuangan & Investasi PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 16 Juli 2021. Ia lahir pada 23 Juni 1965, sempat menjabat Senior Executive Vice President Treasury & Global Services PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2018-2021), Kepala Divisi Corporate Development and Strategy PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (2017-2018) dan saat ini masih aktif sebagai Komisaris Utama PT Bahana Artha Ventura.

Ia memperoleh gelar Sarjana Pertanian dari Universitas Brawijaya pada 1989 dan gelar Master of Business (Banking and Finance) Monash University 1999.

 

Tinggalkan Komentar