Minggu, 02 Oktober 2022
06 Rabi'ul Awwal 1444

Misteri Sarung Tangan Hitam Ferdy Sambo: Dibuang di Tengah Jalan

Jumat, 19 Agu 2022 - 22:25 WIB
Sambo Sarung Tangan Hitam - inilah.com
(Foto: inilah.com)

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menyebut, sarung tangan hitam yang digunakan Ferdy Sambo saat mengeksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dibuang di tengah jalan.

Menanggapi ini, Divhumas Polri menyebut semua hal yang berkaitan dengan kasus pembunuhan Brigadir J akan disampaikan oleh Tim Khusus (Timsus).

“Terkait dengan kasus FS semua (termasuk misteri sarung tangan hitam, red) akan disampaikan oleh Timsus,” kata Kabagpenum Mabes Polri Kombes Nurul Azizah kepada inilah.com, Jumat (19/8/2022).

Meski demikian, keterangan Wakapolri mengenai sarung tangan hitam milik Ferdy Sambo selaras dengan informasi yang didapat tim inilah.com dari sumber beberapa waktu lalu.

Menurut sumber itu, Ferdy Sambo sebenarnya merupakan penembak pertama Brigadir J.

”FS (Ferdy Sambo) pelaku penembak kepala,” kata sumber itu.

Masih menurut sumber, Timsus Polri sejatinya sudah mengantongi informasi mengenai Ferdy Sambo merupakan penembak pertama Brigadir J. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Bharada E kepada Kapolri Listyo di rumah dinas.

Baca juga
Anies Datangi KPK untuk Klarifikasi soal Formula E

“Bharada E saat kejadian berada di tangga (rumah) dan melihat Sambo pegang senjata sementara Brigadir J sudah bersimbah darah di dekat Sambo,” kata sumber itu.

Kesaksian tersebut juga sesuai dengan pengakuan Bripka Ricky yang mengaku melihat Ferdy Sambo mengenakan sarung tangan warna hitam dan memegang senjata keluar dari kamar tidur rumah dinas.

Bripka Ricky mengetahui hal itu ketika masuk ke kamar tidur Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi usai mendengar bunyi tembakan.

Mendadapati informasi itu, Kabareksrim Komjen Agus Andrianto dibantu personel Brimob berupaya mencari sarung tangan hitam dan senjata yang dipegang Ferdy Sambo itu.

Pencarian sarung tangan hitam itu sempat berimbas kepada diundurnya pelaksanaan konferensi pers Kapolri yang mengumumkan penetapan tersangka Ferdy Sambo pada Selasa (9/8/2022) lalu.

Awalnya, konferensi pers itu dijadwalkan pada pukul 15.00 WIB, namun dimundur hingga setelah Shalat Magrib.

Baca juga
Polri Diminta Fokus Pembuktian Hukum secara Ilmiah Kasus Brigadir J

Kendati sudah menggelar pencarian selama lima jam, sumber inilah.com menyebut, pencarian sarung tangan dan senjata Ferdy Sambo tidak kunjung membuahkan hasil. Timsus tidak berhasil menemukan sarung tangan hitam tersebut.

Akhirnya konferensi pers pada Selasa malam hanya mengumumkan Ferdy Sambo sebagai pemberi perintah penembakan Brigadir J, bukan sebagai pelaku penembak pertama.

Sarung tangan dan senjata yang digunakan Ferdy Sambo untuk menembak kepala Brigadir J dari belakang pun hingga kini masih menjadi misteri.

Terkait teka teki apakah Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J, kepada media Listyo menyatakan, Timsus masih harus melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan pihak terkait.

Perkembangan terbaru dalam kasus ini, Timsus menetapkan Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo sebagai tersangka baru dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Putri juga dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati dan pidana kurungan paling rendah selama 20 tahun.

Baca juga
Potensi Koalisi NasDem-Demokrat-PKS dan Respons PDIP Menjelang Pilpres

Polri juga telah memutuskan untuk memecat Ferdy Sambo sebagai anggota Polri.

“Kadiv Propam Polri sudah melaporkan (PTDH) masih dalam proses pemberkasan. Insya Allah dalam waktu dekat juga akan dilakukan sidang kode etik tapi belum bisa minggu ini, tapi paling tidak minggu berikutnya,” kata Inspektur Pengawasan Umum (Irsum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2022).

 

Tinggalkan Komentar