Senin, 06 Februari 2023
15 Rajab 1444

Mitigasi Tsunami, BSI Tanam 2.500 Bibit Pandan Laut di Lebak Banten

Selasa, 13 Des 2022 - 21:29 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Mitigasi Tsunami, BSI Tanam 2.500 Bibit Pandan Laut di Lebak Banten - inilah.com
PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan BSI Maslahat bersinergi dengan GMLS, BMKG University, dan BRIN menanam 2.500 pohon pandan laut di pesisir pantai Desa Panggarangan, Lebak, Selasa (13/12/2022). (Foto: Humas BSI)

Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana terbesar ketiga di dunia. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan BSI Maslahat merespons dengan mengadakan pelatihan dan penanaman 2.500 pohon pandan laut alias pandanus odorifer di pesisir pantai Desa Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan tersebut bersinergi dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) University, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sinergi ini sebagai upaya pencegahan kebencanaan. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh delegasi dari 6 negara asia di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Bangladesh, dan Republik Seychelles atau Seiselensa. Para delegasi bekerjasama dengan BMKG, GMLS dan BRIN.

Turut hadir perwakilan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), Departement Head Sustainable Finance BSI Aris W Setiawan, Direktur Care Program BSI Maslahat Ilham Syahputra, dan Manager BSI Care Group BSI Maslahat, Dedi Setiawan.

Direktur Care Program BSI Maslahat, Ilham Syahputra menjelaskan, pandan laut memiliki fungsi sebagai benteng pesisir, atau sabuk hijau dalam mengurangi dampak jika terjadi tsunami.

“Pandan laut juga memiliki aspek ekonomis yang dapat dikembangkan dan bermanfaat dalam aspek pemberdayaan ekonomi komunitas untuk meningkatkan kapasitas serta mendukung kampanye kesiapsiagaan bencana ini,” kata Ilham di Lebak, Banten, Selasa (13/12/2022).

Baca juga
Politisi Malaysia Diputus Bersalah Perkosa ART Asal Indonesia, Penjara 13 Tahun

Program ini telah dilakukan BSI dan BSI Maslahat secara terus-menerus. Tujuannya, untuk memberikan literasi dan pemahaman kepada masyarakat pesisir. Pelatihan dilakukan dalam berbagai aspek di antaranya dari sisi keselamatan, mitigasi dan cara penyelamatan.

Mitigasi dan preventif juga dilakukan dalam bentuk penyelamatan lingkungan area pesisir melalui penanaman pohon yang mengurangi abrasi air laut. Budidaya pandan laut ini mendapat apresiasi BMKG berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Filipina, Bangladesh dan Seychelles.

Program penanaman pandan laut diharapkan berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas dalam berbagai aspek terutama ekonomi kebencanaan bagi seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, penanaman ini merupakan wujud nyata program berkelanjutan penanganan prabencana yang bersinggungan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“BSI Maslahat dan Gugus Mitigasi Lebak Selatan menginisiasi beberapa program kegiatan yang memiliki semangat pemberdayaan ekonomi komunitas untuk meningkatkan kapasitas serta ketahanan desa dalam menghadapi kondisi darurat, lalu bangkit kembali bila terjadi bencana,” kata Ilham Syahputra.

Pandan laut dipilih karena struktur tanaman yang kokoh dan mampu hidup di perairan. Tanaman ini memiliki fungsi ekologi menahan abrasi pantai, mengurangi dampak pasang terhadap ekosistem darat, mitigasi tsunami, serta meminimalisir kerusakan.

Baca juga
BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Indonesia Dilanda Hujan Sedang hingga Lebat

Selain penanaman pandan laut di daerah Lebak Banten, juga dilakukan pembuatan depot air isi ulang untuk cadangan air baku di lokasi pengungsian, ternak lebah trigona yang dikelola para relawan, serta pembinaan kelompok pengrajin kriya bambu yang dapat dikelola secara komersial.

Data World Risk Report 2022 menunjukkan, Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana terbesar ketiga di dunia. Salah satu bencana yang terjadi di Indonesia adalah gempa dan tsunami.

BMKG telah melakukan penelitian dan terdapat potensi gempa 8,7 SR di zona Megathrust Selat Sunda yang dapat menyebabkan tsunami. Berangkat dari hal tersebut, Bank Syariah Indonesia menginisiasi program Desa Tangguh BSI.

Desa Tangguh BSI merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dibangun sebagai desa tanggap bencana melalui pemberian pelatihan persiapan dan pencegahan bencana, serta budidaya tanaman yang berfungsi sebagai pencegahan bencana sekaligus memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat.

Saat ini program Desa Tangguh BSI bekerjasama dengan Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), dengan total masyarakat yang diberdayakan sebanyak 50 Kepala Keluarga.

Baca juga
Malaysia Siap Gelar Pemilu Bulan Depan, Setahun Lebih Cepat dari Jadwal

Program Desa Tangguh BSI diharapkan dapat memberikan awareness kepada masyarakat dalam pencegahan bencana sekaligus diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dari penghasilan ekonomi yang didapat masyarakat sebelumnya.

Hingga November 2022, BSI telah menyalurkan dana program kemanusiaan dan tanggap bencana mencapai Rp612 juta dengan fokus program di antaranya pelatihan pencegahan bencana, persiapan alat evakuasi bencana, dan budidaya tanaman yang membawa nilai ekonomi serta lingkungan.

BSI Maslahat merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam melakukan penyaluran dan penghimpunan dana ZISWAF, CSR dan Dana Sosial yang berpacu pada indikator sustainability. Pemanfaatan programnya pun dapat berdampak luas.

Tahun ini, BSI Maslahat gencar melakukan kampanye Go Happy. Programnya meliputi ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, masjid dan lain sebagainya. Donasi bisa dilakukan melalui https://www.bsimaslahat.org/gohappy/.

Tinggalkan Komentar