Mitos, Sperma Kental Tidak Menandakan Sehat

Mitos, Sperma Kental Tidak Menandakan Sehat - inilah.com
istimewa

Masalah infertilitas bisa terjadi pada pria dan wanita dalam sebuah hubungan suami istri.

Tiara Kirana spesialis andrologi dari Bocah Indonesia menjelaskan infertilitas adalah ketidakmampuan pasangan mendapatkan keturunan setelah satu tahun berhubungan intim secara teratur, tiga sampai empat kali seminggu tanpa pengaman dan belum juga hamil.

“Infertilitas bisa terjadi pada pria dan wanita. Keduanya memiliki peluang yang sama pada infertilitas. Pria 40 persen dan wanita 40 persen, 20 persennya adalah faktor campuran keduanya. Jadi, jangan pernah meremehkan peran pria,” kata Tiara di acara Bocah Fertility Week 2021 (#BFW2021), Jakarta, Rabu, (03/11/2021).

Baca juga  Lima Cara Simpan Oksigen di Rumah

Menurut survei yang dilakukan oleh BKKBN pada tahun 2020, dari 67 juta pasangan usia subur di Indonesia, sekitar 8 juta pasangan mengalami gangguan infertilitas atau masalah kesuburan.

Infertilitas telah menguras tenaga dan juga emosi bagi setiap pasangan, sehingga informasi dan juga dukungan bagi para pejuang dua garis untuk menyukseskan  program hamil sangat dibutuhkan.

Memiliki sperma sehat adalah modal utama dari pasangan suami istri untuk mendapatkan keturunan. Lantas bagaimana sperma yang sehat?

Masih menurutnya, salah satu yang sangat berperan dalam proses pembuahan adalah jumlah sperma. Ini merupakan hal yang pertama bisa menjadi patokan apakah sperma sehat atau tidak. Normalnya, di dalam setiap 1 ml air mani yang dikeluarkan seorang pria, terdapat sekitar 15 juta sperma.

Baca juga  Headset Nirkabel Poly Voyager 4300 UC Bikin Kerja Lebih Produktif

“Sperma yang sehat adalah sperma yang sehat adalah sperma yang cukup di atas 15 juta, kemudian gerakannya juga bagus,dan juga melakukan DNA fragmentasi, periksakan di tempat yang lengkap untuk mengetahui kesehatan sperma,” papar Tiara.

Lebih lanjut dia menjelaskan, adanya pemikiran bahwa sperma kental menandakan kualitas bagus adalah sebuah mitos belaka.

“Sperma sehat harus dengan pemeriksaan laboratorium, jangan berdasarkan sperma yang kental. Enggak ada ceritanya. Hanya bisa diperiksakan dengan mikroskop jadi jangan berasumsi spermanya kental,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar