Selasa, 07 Februari 2023
16 Rajab 1444

Modal Puan Belum Kuat Jadi Capres

Minggu, 20 Nov 2022 - 16:14 WIB
Puan UU TPKS - inilah.com
Ketua DPR Puan Maharani

Modal Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjadi calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 dianggap belum cukup. Kendati memiliki loyalis, elektabilitas Ketua DPR perempuan pertama tidak kuat untuk masuk tiga besar bursa capres.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengakui potensi Puan untuk nyapres masih terbuka. Bahkan menjadi salah satu perempuan yang paling kuat untuk diusung, selain Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

“Potensi perempuan untuk menjadi capres saja sejauh ini hanya Puan Maharani karena beliau punya modal elektabilitas dan modal partai, tapi itu pun belum tentu beliau bisa menjadi calon presiden,” tutur Pangi, kepada Inilah.com, di Jakarta, Minggu (20/11/2022).

Baca juga
Prabowo: Keputusan Saya Bergabung dengan Presiden Jokowi Tidak Salah

Menurutnya, masyarakat masih terpatri atau condong menilai kepemimpinan pria lebih solid. Kendati banyak perempuan terpilih menjabat gubernur, wali kota, hingga bupati, masih butuh proses untuk perempuan turun gelanggang Pilpres 2024. Artinya butuh strategi dan upaya ekstra bagi perempuan merebut kursi RI 1.

Dia menilai, sejauh ini belum ada figur perempuan yang mendekati ketokohan Megawati Soekarnoputri, untuk nyapres. Termasuk Puan, yang notabene-nya putri Presiden ke-5 RI dan ketum parpol terlama di Indonesia itu.

Dalam level kepemimpinan, tokoh perempuan, paling tinggi menjabat sebagai menteri. Seperti Sri Mulyani atau Retno Marsudi. Kendati berkinerja baik, keduanya belum mampu masuk bursa capres, karena tidak memiliki mesin parpol seperti Puan.

Baca juga
Ibarat Pacaran, Koalisi Perubahan Belum Siap Nikah

“Baik Retno maupun Sri Mulyani masih di papan bawah elektabilitasnya,” kata Pangi.

Dengan begitu, Pangi meyakini, kinerja pemimpin perempuan tidak linier dengan pencapresan. “Faktanya, itu belum punya korelasi linear terhadap peningkatan modal racikan elektoralnya secara signifikan,” ujarnya.

Survei yang diadakan Voxpol Center menyebutkan dua pemimpin perempuan yakni Khofifah dan Puan memiliki popularitas yang tinggi. Popularitas Khofifah mencapai 53,4 persen dengan elektabilitas 40,4 persen. Sedangkan Puan memiliki yang lebih tinggi yaitu 65,2 persen, tetapi elektabilitas yang dimilikinya cukup rendah, yaitu hanya 28,2 persen.

Angka elektabilitas kedua tokoh perempuan tersebut jauh dibandingkan tokoh laki-laki dengan tingkat keterpilihan tertinggi seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Ganjar Pranowo. Nama-nama tokoh perempuan lainnya seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan tidak masuk dalam bursa capres meski keduanya memiliki track record kinerja yang baik sebagai menteri.

Tinggalkan Komentar