Modem Pool, Alat Agen Pulsa Kini Jadi Peneror Pinjol

Modem Pool, Alat Agen Pulsa Kini Jadi Peneror Pinjol - inilah.com
Polisi menyita sejumlah modem pool dalam penggerebekan kantor pinjol ilegal beberapa waktu lalu (Inilah.com/Didik Setiawan)

Anda pernah menjadi korban teror pinjaman online? Intimidasi dan teror yang mereka lakukan kepada nasabahnya ternyata menggunakan alat canggih. Tak jarang aksi para pelaku cyber crime ini membuat nasabahnya sangat tertekan, bahkan bisa bunuh diri.

Saat ini Polri tengah gencar-gencarnya menertibkan pinjaman online (pinjol) illegal. Aksi pinjol ini menjadi perhatian karena meresahkan masyarakat dengan tindakan penagihan yang kasar, bahkan beberapa di antaranya menyebabkan korban bunuh diri. Presiden Joko Widodo sudah secara terbuka meminta Polri menertibkan pinjol ini.

Sejak 2018, sudah lebih dari 3.516 aplikasi diblokir. Modus operandi yang digunakan para pelaku pinjol ilegal meneror nasabahnya terbilang canggih. Para pelaku ini menggunakan perangkat yang namanya modem pool untuk melakukan tindakan yang meresahkan ini.

Polri pun akhirnya mengungkapkan alat dan cara desk collector pinjol ilegal untuk mengintimidasi dan meneror masyarakat Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Helmy Santika mengemukakan bahwa alat tersebut dinamakan modem pool. Alat ini disebutkan berasal dari China dan dibawa ke Indonesia.

Bareskrim Polri mengatakan menerima ratusan laporan seputar pinjol ilegal selama berbulan-bulan. Tercatat laporan pinjol mencapai 371 laporan selama kurun 2020-2021. Dalam operasinya, perusahaan ilegal mengirimkan SMS blasting dengan nada ancaman, penistaan, asusila kepada peminjam.

Baca juga  Jaringan Pebisnis dari China Diduga Ada Dibalik Pinjol Ilegal

Brigjen Helmy mengungkapkan ada salah satu alat andalan dalam bisnis pinjol ilegal ini yaitu modem pool. “Itu modem pool SIM box, ini yang banyak antenanya. Ini perangkat yang mampu memanipulasi nomor ponsel dari pengguna (perusahaan pinjol) ke penerima pinjol,” katanya, Jumat (15/10/2021).
 
Dalam penggerebekan di tujuh kantor pinjol, polisi sudah mengamankan 121 unit modem pool, baik yang sedang digunakan maupun yang masih baru. Ada beberapa kotak kartu SIM operator seluler dengan satu kotak isinya 500 chip kartu SIM.

Dengan alat inilah para desk collector di dunia maya atau biasa disebut debt collector di dunia nyata mengirim pesan kepada nasabahnya.

Modem pool bisa diisi 30 hingga 62 kartu SIM dan aktif secara bersamaan, lalu digunakan oleh desk collector untuk mengirim SMS blast tawaran pinjaman online hingga menyebar fitnah nasabahnya ke nomor lain.  

Apa sebenarnya modem pool ini?

Alat ini sebenarnya sudah tidak asing lagi terutama bagi para pelaku usaha agen pulsa. Mereka yang ingin membuka usaha gerai pulsa atau sebagai counter pulsa, tentu harus mempersiapkan peralatan ini. Pelaku usaha ini menyebutkan server pulsa. Dengan alat ini, pedagang pulsa bisa melakukan banyak hal seperti convert pulsa, pulsa jadi uang, tukar pulsa, dan lainnya.

Baca juga  Dapat Uang Kaget Rp19 Miliaran, Endingnya Malah di Bui

Modem pool memiliki chip dan PCI (Peripheral Component Interconnect) yang dapat bekerja 24 jam untuk menjadi layanan pulsa seperti di atas atau bisa menjadi SMS gateway. Alat ini banyak dijual di pasaran dengan harga bervariasi dari jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung jumlah port yang tersedia.

Modem pool dapat membantu melakukan transaksi besar menggunakan kartu seluler secara cepat. Bisa dipastikan dengan modem pool Anda dapat kemudahan untuk menjalankan usaha penjualan pulsa.

Alat ini juga dapat melakukan aktivitas SMS gateway dengan mudah dan cepat. Biasanya digunakan untuk pengiriman SMS iklan, SMS perusahaan, atau SMS info massal ke nomor yang dituju secara cepat dan praktis. Fungsinya sebagai SMS gateway inilah yang digunakan pinjol untuk meneror nasabahnya.

Apalagi kelebihan alat ini?

Salah satu kelebihan alat ini adalah dapat melakukan aktivasi kartu perdana (SIM) sekaligus. Salah satu modus operandi yang digunakan para pelaku ini yakni hanya dengan menggunakan alat modem pool bisa langsung meregistrasi kartu tanpa memasukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) data pribadi.

Baca juga  MUI: Pinjaman Online Haram Hukumnya

Dengan memasukkan kartu perdana ke dalam modem pool secara otomatis kartu perdana tadi terdaftar di operator seluler. Tindakan ini tidak dibenarkan karena kartu perdana seharusnya diisi dengan NIK oleh pihak yang berhak secara pribadi.

“Bagaimana kartu SIM itu bisa teraktivitasi padahal kan regulasinya adalah berdasarkan NIK dan KK. Ada ribuan kartu SIM yang kita temukan bekas pakai. Nanti kita coba melakukan klastering berdasarkan provider dan menanyakan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) mengenai regulasinya,” tambah Brigjen Helmy.
 
Lalu dari mana pinjol mendapat data-data nomor-nomor ponsel milik warga yang dikirimi SMS? Polisi masih harus bekerja keras mengungkap bagaimana akses yang dilakukan para pelaku cyber crime ini. Selama ini, pencurian data atau juga cyber phising menjadi salah satu bentuk ancaman dalam dunia siber yang paling banyak terjadi.

Pertanyaan yang muncul apakah pemerintah perlu melarang atau membatasi peredaran modem pool ini? Tentu saja kebijakannya perlu penerapan yang hati-hati mengingat alat ini selain sebagai server pulsa juga memiliki banyak manfaat bagi bisnis selular dan memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat.

Tinggalkan Komentar