Jumat, 01 Juli 2022
02 Dzul Hijjah 1443

Momen Reformasi 98 Puan Maharani, Urus Dapur Umum

Minggu, 22 Mei 2022 - 10:14 WIB
Puan - inilah.com
Ketua DPR Puan Maharani berbagi kisah yang dialami saat reformasi 98 yaitu, sibuk memasak di dapur umum. Foto: Antara

Ketua DPR Puan Maharani berbagi momen reformasi 98 yang dialaminya. Sebagai pemudi berusia 20 tahun ketika itu, Puan tidak aktif turun ke jalan berdemonstrasi menumbangkan orde baru tetapi mengurus dapur umum di kediaman orang tuanya di Kebagusan, Jaksel.

Puan mengingat riuhnya momen menjelang reformasi. Rumahnya mendadak jadi sarang aktivis yang tidak pernah sepi. Saking ramainya, Puan tidak bisa keluar rumah.

“Saat reformasi saya mengurusi dapur umum di rumah saya di Kebagusan,” kata Puan, di Jakarta, Sabtu (21/5/2022).

Puan mengaku sering memasak di dapur umum sebagai hidangan para aktivis yang terus mendatangi rumahnya. Menunya tidak mewah, ikan, tempe, tahu dan sayur sop yang dimasak sekenanya.

Baca juga
Foto: Aksi Peringatan 12 Mei Mahasiswa Trisakti

“Saat itu masak seberapa pun banyaknya tidak cukup. Sayurnya asal cemplung. Sop yang penting airnya banyak atau sayurnya yang banyak,” kenang Puan.

Banyaknya orang yang berkumpul di rumahnya nampaknya masih membekas dalam ingatan eks Menko PMK ini, “Di depan pagar rumah saya itu terjadi. Saya masih gadis muda yang tidak bisa keluar rumah,” ucapnya.

Setelah 24 tahun reformasi, Puan kini menjadi pejabat penting, Ketua DPR. Dia menilai reformasi merupakan bagian penting bukan hanya bagi bangsa tetapi bagi karier politiknya.

“Kemenangan reformasi membawa perubahan untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang merdeka sesuai harapan Bung Karno, yang akhirnya membuat bangsa ini lebih maju dari sebelumnya,” katanya.

Baca juga
Erick Thohir di Acara Peringatan Tragedi Trisakti: Jangan Lupakan Sejarah

Dia juga berpesan agar generasi muda bangsa Indonesia terus menjaga semangat reformasi. Dia tak menampik saat ini masih ada sejumlah masalah yang menjadi ancaman bagi reformasi, mulai dari disintegrasi, korupsi, hingga sosial dan ekonomi yang menjadi tantangan bersama.

“Namun adalah tugas kita bersama untuk menjaga api reformasi tetap menyala,” ujar Puan.

 

Tinggalkan Komentar