Senin, 16 Mei 2022
15 Syawal 1443

Movfor Obat COVID-19 Mulai Dipasarkan

Obat COVID-19 Movfor mulai dipasarkan

Obat COVID-19 Movfor atau Molnupiravir
mulai resmi dipasarkan. Obat anti virus terbaru ini bisa pasien COVID-19 berusia di atas 18 tahun gunakan bila gejala ringan dan sedang. Khususnya yang tidak memerlukan pemberian oksigen dan memiliki peningkatan risiko menjadi infeksi COVID-19 berat berdasarkan Pedoman Tatalaksana COVID-19 di Indonesia edisi terbaru.

Molnupiravir adalah obat anti virus baru yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat, Emergency Use Authorization, dari FDA Amerika Serikat maupun dari BPOM Indonesia untuk terapi COVID-19.

Sedangkan Movfor merupakan produk Molnupiravir pertama yang mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan POM di Indonesia dan telah diluncurkan secara resmi di Indonesia tanggal 15 Februari 2022 oleh PT Amarox Global Pharma.

Baca juga
Syarat Pengunjung Oscar Bawa Bukti Vaksin dan Hasil Tes Negatif COVID-19

“Berdasarkan hasil uji klinis fase 3, Molnupiravir efektif pada varian virus SARS-CoV-2 yang ada saat ini dan berpotensi menghambat infeksi varian Omicron SARS-CoV-2 dengan hasil RT-PCR viral clearance 100 persen pada hari ke-5,” kata Sandeep Sur, General Manager PT Amarox Pharma Global Jumat (18/2/2022).

Sandeep mengatakan pemasaran Mofvor  untuk mengobati pasien COVID-19 sudah ada di India dan di beberapa negara ASEAN.

Sementara Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Mulia Lie mengatakan saat ini Kalbe memiliki kemampuan infrastruktur pemasaran dan distribusi secara nasional dengan akses yang kuat ke tenaga kesehatan, rumah sakit dan apotek. Dengan didukung 76 cabang distribusi di 34 provinsi, diharapkan mampu mempercepat akses dan ketersediaan obat yang lebih luas bagi terapi COVID-19 di seluruh Indonesia.

Baca juga
Jalur Pariwisata Bali Dibuka, Banyuwangi Genjot Vaksinasi COVID-19

“Kerjasama pemasaran obat Movfor (Molnupiravir) merupakan kelanjutan dari kerjasama obat COVID-19 lainnya yakni Covifor (Remdesivir) dan Fluvir (Oseltamivir). Ketiga obat antivirus ini akan membantu memperkuat ketersediaan obat COVID-19 bagi masyarakat,” tutup Mulia Lie.

Tinggalkan Komentar