Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Muhammadiyah Luncurkan MieMu, Mie Instan dari Tepung Singkong Lebih Sehat

Muhammadiyah Bikin MieMu, Mie Instan Tepung Singkong Lebih Sehat

Kalau Anda penggila mie instant, tak ada salahnya mencoba MieMu. Ini merek baru, mie instan produksi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta.

Pasar mie di Tanah Air bakal semakin ramai dengan kehadiran MieMu. Tak main-main, produsennya adalah Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Ada yang berbeda dari MieMu dengan merek lainnya. Di mana, MieMu berbahan dasar tepung singkong, atau mocaf. Sehingga dinilai lebih sehat karena rendah gula. “Kebutuhan mie sehat itu semakin hari semakin luas. Apalagi mi berbahan mocaf. Keinginan menyediakan pangan yang sehat, harga terjangkau dan berkualitas untuk masyarakat ini lah yang menjadi dasar pemikiran awal,” ujar Ketua MEK PDM Solo, Umar Hasyim, Minggu (6/2/2022).

Baca juga
Pencabutan Larangan Ekspor CPO Belum Bisa Selamatkan Harga Sawit di Riau

Sekretaris Pelaksana dan PIC MieMu, Nurul Khawari, menjelaskan awal mula tercetusnya ide bisnis ini. Awalnya, MEK Solo memikirkan usaha produktif apa yang bisa membangun jejaring bisnis yang baik serta memiliki potensi usaha yang cukup menarik di tengah pandemi COVID-19.

“Lahirlah keinginan untuk mendirikan MieMu ini, prosesnya cukup lama sekitar 6 bulan lebih dari tahun kemarin. Kita test food bersama pimpinan Muhammadiyah, kemudian kita merumuskan beberapa hal terkait pembentukan bisnis usaha pembuatan mi,” jelas Nurul.

Namun, harap sabar karena MieMu belum banyak beredar di pasaran luas. Pihak MEK Solo baru seminggu laksanakan soft launching MieMu. Permintaan datang dari berbagai daerah. “Bisa disebut membeludak ya permintaannya, sampai hari ini sudah ada lebih dari 2.000 yang meminta jadi agen, sekitar 1.500 lebih itu sudah jadi agen, selebihnya masih mau icip-icip (mencicipi),” imbuh dia.

Baca juga
Inilah Saham-saham Pilihan Kamis, 10 Maret 2022

“Bahkan kemarin ada yang minat mau dikirimi dari Sudan, Afrika, Amerika, Malaysia. Sudah banyak permintaan dari luar negeri cuma kami masih menjangkau wilayah-wilayah sini dulu, Jakarta atau Pulau Jawa dulu. Sesegera mungkin kita ke luar Jawa,” lanjut Nurul.

Nurul melanjutkan, saat ini, produksi MieMu terbatas karena masih dalam tahap soft launching. Target awal distribusi MieMu ini pun hanya untuk memenuhi pasar Solo Raya dan Jawa Tengah. Namun, distribusi ini akan diperluas ke beberapa daerah di Jawa maupun luar Jawa sesegera mungkin. Jadi harap sabar ya.

 

Tinggalkan Komentar