Muhammadiyah: Tonjolkan Solusi Bukan Kontroversi

Muhammadiyah: Tonjolkan Solusi Bukan Kontroversi - inilah.com

Muhammadiyah mengajak para tokoh masyarakat dan ulama mengedukasi
rakyat serta menjadi aktor yang memberi solusi dalam menghadapi pandemi
Covid-19.

Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id pada gelaran
Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertemakan ”Spirit Hijrah
Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia”, Jumat kemarin (13/8/2021),
Muhammadiyah mengajak umat Muslim untuk memaknai semangat hijrah dan
kemerdekaan dengan menjadi teladan yang baik dalam masa pandemi
Covid-19. Umat diharapkan menghadirkan solusi dan bukan kontroversi yang
tidak menambah  beban.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Haedar Nashir dalam pembukaanya mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan
masalah kemanusiaan yang berat. Kaum Muslimin dengan semangat hijrah dan
kemerdekaan perlu menjadi teladan dalam upaya mengatasi pandemi yang
terjadi saat ini.

Baca juga  CEDIS Gelar Diskusi Bertajuk Muhammadiyah dan Perdamaian

“Di negeri kita juga hijrah dan jihad terwujud
ketika kita kaum muslimin melawan penjajah cukup panjang dalam
pergumulan yang begitu penuh dengan duka dan derita. Tetapi semangat
kaum muslimin dan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan tetap kokoh, kuat
dan tidak pernah mati,” jelasnya dalam pengajian yang juga dihadiri
mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Rektor
Universitas Islam Internasional Indonesia Komarudin Hidayat, serta
pengajar sejarah pada Universitas Diponegoro, Chusnul Hayati.

Screenshot-531

Pandemi
ini merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, menurut  Ahmad Syafii
Maarif atau dikenal Buya Syafii seluruh umat dengan latar belakang dan
karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama, yakni agar bisa
keluar dari pandemi.

Baca juga  Kasus Lapas Tangerang Terbakar, Sejumlah Orang Ini Segera Dipanggil Polisi

Buya Syafii mengingatkan, pandemi ini
merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, seluruh umat dengan latar
belakang dan karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama,
yakni agar bisa keluar dari pandemi.

Chusnul menuturkan,
perempuan juga harus berjuang bersama laki-laki. Kerja sama yang
harmonis keduanya bisa membawa kemajuan, seperti yang pernah dilakukan
oleh para pahlawan di masa kolonial.

Komarudin mengajak umat
untuk hijrah dari kesempitan menuju keluasan. Umat Muslim harus
menghargai kearifan yang ada di masyarakat. Islam pun telah mendorong
umat untuk menunjukkan etos kerja yang dinamis.

Tinggalkan Komentar

Muhammadiyah: Tonjolkan Solusi Bukan Kontroversi

Muhammadiyah: Tonjolkan Solusi Bukan Kontroversi - inilah.com

Muhammadiyah mengajak para tokoh masyarakat dan ulama mengedukasi
rakyat serta menjadi aktor yang memberi solusi dalam menghadapi pandemi
Covid-19.

Dikutip dari laman muhammadiyah.or.id pada gelaran
Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertemakan ”Spirit Hijrah
Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia”, Jumat kemarin (13/8/2021),
Muhammadiyah mengajak umat Muslim untuk memaknai semangat hijrah dan
kemerdekaan dengan menjadi teladan yang baik dalam masa pandemi
Covid-19. Umat diharapkan menghadirkan solusi dan bukan kontroversi yang
tidak menambah  beban.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Haedar Nashir dalam pembukaanya mengatakan, pandemi Covid-19 merupakan
masalah kemanusiaan yang berat. Kaum Muslimin dengan semangat hijrah dan
kemerdekaan perlu menjadi teladan dalam upaya mengatasi pandemi yang
terjadi saat ini.

Baca juga  Penumpang Gelap dan Tiga Masalah Permendikbud Ristek 30

“Di negeri kita juga hijrah dan jihad terwujud
ketika kita kaum muslimin melawan penjajah cukup panjang dalam
pergumulan yang begitu penuh dengan duka dan derita. Tetapi semangat
kaum muslimin dan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan tetap kokoh, kuat
dan tidak pernah mati,” jelasnya.

Screenshot-531

Pandemi
ini merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, menurut  Ahmad Syafii
Maarif atau dikenal Buya Syafii seluruh umat dengan latar belakang dan
karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama, yakni agar bisa
keluar dari pandemi.

Buya Syafii mengingatkan, pandemi ini
merupakan masalah yang berat. Oleh sebab itu, seluruh umat dengan latar
belakang dan karakter yang berbeda harus bersatu pada tujuan bersama,
yakni agar bisa keluar dari pandemi.

Baca juga  Jokowi Resmikan Rusun Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Chusnul menuturkan,
perempuan juga harus berjuang bersama laki-laki. Kerja sama yang
harmonis keduanya bisa membawa kemajuan, seperti yang pernah dilakukan
oleh para pahlawan di masa kolonial.

Komarudin mengajak umat
untuk hijrah dari kesempitan menuju keluasan. Umat Muslim harus
menghargai kearifan yang ada di masyarakat. Islam pun telah mendorong
umat untuk menunjukkan etos kerja yang dinamis.

Tinggalkan Komentar