MUI ke Media Prancis: Hentikan Mencela Nabi, Kita Atur Suara Azan

MUI ke Media Prancis: Hentikan Mencela Nabi, Kita Atur Suara Azan - inilah.com
Sekjen MUI Anwar Abbas. ist

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara mengenai pemberitaan sejumlah media asing yang memberitakan suara azan menganggu warga di Jakarta, salah satunya media RFI asal Prancis.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan, ada baiknya media Prancis berkaca dan melihat urusan dalam negeri terlebih dahulu, sebelum memberitakan persoalan agama di negara lain. 

“Saya heran kok orang Prancis ikut-ikutan menyorot suara azan jauh disana yaitu di Jakarta. Kalau masalah berisik, keberisikan yang dibuat oleh pemerintah dan rakyat Prancis jauh lebih dahsyat tapi mereka tidak mau menghentikannya,” kata Abbas kepada Inilah.com, Jumat (15/10/2021).

Kebisingan yang dimaksud Anwar Abbas yaitu karikatur Nabi Muhammad yang kerap diberitakan oleh media Prancis, bahkan menjurus ke arah penghinaan. 

Baca juga  Rapatkan Saf Salat Berjamaah, MUI: Kalau Masih Ragu Jangan Dulu

“Mereka terus saja menyuarakan cercaan kepada Nabi dan agama Islam,” ujar Abbas.

Abbas pun memberikan solusi kepada media Prancis agar berimbang. Media Prancis diminta menghentikan segala bentuk pemberitaan dan karikatur Nabi Muhammad dan Indonesia dapat mengatur volume suara azan bagi warga yang mengaku terganggu.

“Tapi bagus juga kalau ada barter ya. Mereka berhenti mencela Nabi Muhammad dan Islam, lalu kita imbangi dengan mengatur volume suara azan dari mesjid-mesjid dan mushalla-mushalla yang ada.  Bagus dan menarik juga barangkali,” kata Anwar Abbas.

Sebelumnya, media asing ramai memberitakan keluhan warga yang merasa terganggu dengan suara azan. RFI memberitakan, keluhan soal pengeras suara semakin meningkat di media sosial.

Baca juga  Foto: Potret Suntik Vaksin Anti Rabies untuk Hewan Peliharaan di Jakarta Agar Bebas Penyakit Rabies

Tak hanya RFI, media asing lainnya juga mengangkat cerita Rina (bukan nama sebenarnya) yang bangun setiap pukul 03.00 dini hari karena suara azan melalui pengeras suara masjid. Suara azan tersebut merupakan suara azan masjid di lingkungan rumahnya.

Kepada media asing itu, Rina bercerita enggan menyampaikan kegundahannya karena takut berurusan dengan hukum.

Media asing AFP juga memberitakan hal senada. Masih dengan narasumber yang sama, Rina mengaku mengalami gangguan kecemasan. Kepada media asing itu, ia juga mengaku sering tak bisa tidur, mual saat makan, hingga mengalami gejala kecemasan.

“Saya mulai mengalami insomnia, dan saya didiagnosa mengalami gangguan kecemasan setelah selalu terbangun. Sekarang saya berusaha membuat diri saya selelah mungkin, sehingga saya bisa tidur di tengah kebisingan,” kata Rina.

Tinggalkan Komentar