Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

Muktamar Ke-34: KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya Jadi Pemimpin NU 2021-2026

Jumat, 24 Des 2021 - 11:07 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Muktamar - inilah.com
Kh Miftachul Akhar Jadi Rais Aam Dan Gus Yahya Ketum Pbnu

Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 di Lampung telah memilih Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026 dalam Sidang Pleno III yang dipimpin oleh Muhammad Nuh, Jumat (24/12), di Gedung Serbaguna Universitas Lampung.

Dalam sambutannya sebelumnya pada pembukaan Muktamar NU Miftachul Akhyar mengatakan kekuatan jam’iyah NU sangatlah besar.

“Inilah yang perlu kita jam’iyah-kan. Jangan sampai nantinya warga tercerai berai hanya karena kepentingan-kepentingan sesaat. Mereka harus mengikuti satu komando, yang dikomando dari PBNU dan mustasyar mendukung,” kata Miftachul.

Kiai Miftachul merupakan Sesepuh kelahiran Surabaya,  1 Januari 1953 ini sangat terkenal kalangan warga Nahdlatul Ulama.

Kiai Miftah pernah nyantri di beberapa pesantren ternama, mulai dari Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang, Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, dan Pondok Pesantren Al-Anwar Lasem, Sarang, Jawa Tengah.

Baca juga
Menko Airlangga: G20 Harus Tunjukkan Kepemimpinan dalam Hadapi Isu Global

Ia juga mengikuti Majelis Ta’lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al-Maliki Malang. Hal itu dia ikuti saat Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia. Baca juga: KH Miftachul Akhyar Kembali Terpilih Jadi Rais Aam PBNU Kiai Miftach sendiri merupakan putra dari KH Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pondok Pesantren Akhlaq Rangkah, Surabaya. Oleh karena itu, anak kesembilan dari 13 bersaudara itu tumbuh besar di lingkungan pesantren dan NU sejak usia masih kecil.

Ungguli KH Said Aqil Siradj

Sementara itu, Gus Yahya secara voting terpilih menjadi Ketua Umum Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Periode 2021-2026. Gus Yahya terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) setelah mengantongi 337 suara, unggul dari calon inkumben yakni KH Said Aqil Siradj yang hanya mendapatkan 210 suara. Adapun satu suara tidak sah.

Baca juga
Penetapan Tersangka Pembunuhan Brigadir J Tinggal Hitungan Hari

Mekanisme pemilihan Ketua Tanfidziyah berbeda dengan Rois Am, dalam sidang pemilihan ini ada dua tahap. Tahap pertama pemilihan bakal calon, tahap kedua baru pemilihan calon. Bakal calon yang sah menjadi calon harus mendpatkan minimal 99 suara.

Dari persyaratan tersebut hanya dua nama yang dapat melanjutkan putaran kedua, pada pemungtan suara pertama yang berlangsung pukul 02.00 WIB, Gus Yahya juga unggul atas Kiai Said.

Ia mengumpulkan 327 suara dan Said 203 suara.

Setelah unggul suara di putaran akhir pemungutan maka pimpinan sidang menetapkan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU selanjutnya.

Usai sidang pleno III Wapres KH Ma’ruf Amin rencananya akan menutup Muktamar NU ke 34 2021 Lampung.

Tinggalkan Komentar