Senin, 08 Agustus 2022
10 Muharram 1444

Muktamar ke-34 NU Digelar 23-25 Desember 2021

Selasa, 07 Des 2021 - 22:48 WIB
Penulis : Willi Nafie
Muktamar ke-34 NU Digelar 23-25 Desember 2021
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj memastikan pihaknya akan menggelar Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini sesuai dengan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu.

Ketetapan ini usai pemerintah menarik atau membatalkan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Ketetapan ini juga ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal H Ahmad Helmy Faishal Zaini.

“Sehubungan dengan kebijakan penarikan pemberlakuan PPKM level 3, terkait pencegahan dan penanggulangan Covid-19, pada masa Nataru (Natal 2021 dan Tahun Baru 2022) maka dengan ini PBNU memberitahukan bahwa penyelenggaraan Muktamar ke-34 adalah sepenuhnya sebagaimana keputusan Konferensi Besar NU pada 26 September 2021. Adapun waktu pelaksanaannya adalah pada tanggal 18-20 Jumadil Ula 1443 Hijriyah atau 23-25 Desember 2021 Masehi di Lampung,” ujar Said membacakan keputusan di lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (7/12/2021).

Baca juga
Abih Syakrim, Ulama Sepuh Betawi Dikukuhkan Menjadi Mustasyar PBNU

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengaku dirinya bersyukur atas keputusan tersebut. Miftachul mengatakan setelah masing-masing pihak melakukan ijtihad tetapi akhirnya bertemu dengan tujuan kemaslahatan NU.

“Bersyukur kepada Allah atas anugerah yang berlimpah ini dengan tadi sudah disampaikan ikhbar tentang pelaksanaan Muktamar yang akan dilaksanakan pada 23-25 Desember tahun ini, saya kira sudah selesai semuanya,” kata Miftah.

Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengatakan, NU terus menjadi pilar pemersatu bangsa, penyangga utama NKRI, serta pengayom umat dan bangsa. Karenanya, NU akan berkomitmen akan terus menjaga agar NU tetap terdepan menjadi contoh terbaik bagi membangun ukhuwah Islamiyah, wathaniyah, basyariyah, terlebih ukhuwah Nahdliyah.

“Izinkan tadi hasil rembug Rais Aam, Katib Aam, Ketum, Sekjen, dan para kiai dan masyayikh menyampaikan satu ikhbar sehingga wacana muktamar maju-mundur selesai sudah,” kata Helmy.

Baca juga
Muktamar NU Minta Pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag

Sebelum keputusan itu dibacakan, Rais Syuriyah PBNU KH Manarul Hidayat dan KH Ahmad Kafabihi Mahrus melantunkan berbagai shalawat lalu diikuti oleh seluruh hadirin. Pertemuan ini dihadiri oleh para ketua dan rais syuriyah PWNU seluruh Indonesia, pengurus harian tanfidziyah dan syuriyah PBNU, lembaga dan badan otonom NU di tingkat pusat, serta Panitia OC dan SC Muktamar ke-34 NU.

Tinggalkan Komentar