Rabu, 18 Mei 2022
17 Syawal 1443

Muncul Lagi Ritual Aneh di Pantai Watu Ulo, Polisi Langsung Bertindak

Muncul Lagi Ritual Aneh di Pantai Watu Ulo, Polisi Langsung Bertindak

Polisi bubarkan ritual aneh yang dilakukan Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan asal Kabupaten Nganjuk di Pantai Watu Ulo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu. Polisi bubarkan ritual aneh di Pantai Watu Ulo yang diikuti oleh belasan orang tersebut.

“Kegiatan ritual Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan itu dilakukan di Pantai Watu Ulo yang diikuti sebanyak 18 orang, termasuk sopir,” kata Kapolsek Ambulu AKP Makruf, Sabtu (26/2/2022).

Dia mengatakan, warga sekitar melaporkan ritual ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu karena merasa terganggu. Sebab ritual itu diikuti oleh warga yang berasal dari luar kota.

“Setelah mendapat laporan itu, Bhabinkamtibmas melaporkan ke saya dan secara tegas saya minta kegiatan ritual itu dibubarkan agar tidak terulang tragedi ritual maut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang,” tuturnya.

Baca juga
Salat Id di JIS, Anies Imbau Warga Tiba Pukul 06.00 WIB

Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi Pantai Watu Ulo untuk mengingatkan warga yang melakukan ritual dengan menggunakan sebuah pengeras suara, agar mereka membubarkan diri dan naik ke daratan.

Petugas juga menyampaikan tragedi ritual di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang karena tergulung ombak laut selatan pada dua pekan lalu, sehingga meminta warga yang melakukan ritual untuk membubarkan diri dan naik ke daratan.

“Belasan warga asal Nganjuk tersebut akhirnya naik ke daratan dan petugas membawanya ke Mapolsek Ambulu untuk dimintai keterangan, serta diberi penjelasan bahwa lokasi tersebut berbahaya,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya memberikan arahan dan imbauan kepada warga Nganjuk agar tidak melakukan ritual di laut pantai selatan karena ombaknya tidak terduga karena beberapa pekan terakhir gelombang laut cukup tinggi.

Baca juga
9 Kapal Cepat Disiapkan untuk Penonton WSBK Mandalika

“Setelah memberikan arahan, kami minta mereka kembali ke Nganjuk dan tidak melakukan ritual lagi di pantai selatan Jember demi keselamatan mereka sendiri karena ombak laut selatan berbahaya,” ujarnya.

Warga sekitar Pantai Watu Ulo sempat mengabadikan prosesi ritual yang dilakukan Kelompok Trimurti Kejawen Kejayan dan disebar ke sejumlah grup whatsapp. Dalam video tersebut menunjukkan kegiatan ritual merendam diri di muara Pantai Watu Ulo sambil mengangkat tangan seperti memohon doa.

Kegiatan ritual tersebut berjarak dua pekan dari peristiwa ritual maut di Pantai Payangan yang menewaskan 11 orang dan 12 orang selamat dari ganasnya ombak laut selatan.

Tinggalkan Komentar