Minggu, 29 Januari 2023
07 Rajab 1444

Musra Klaim Pernyataan Benny Rhamdani Bukan atas Nama Relawan

Rabu, 30 Nov 2022 - 16:36 WIB
Pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Andi Gani Nena Wea
Pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Andi Gani Nena Wea (tengah) dalam konferensi pers Musra Relawan Jokowi di Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: Inilah.com/ Dea H)

Ketua Dewan Pengarah Musra Relawan Jokowi, Andi Gani Nena Wea mengklaim pernyataan Ketua BP2MI Benny Rhamdani soal melawan secara hukum pihak-pihak yang berlawanan dengan pemerintah tidak mewakili relawan Presiden Joko Widodo secara menyeluruh.

“Tentu beliau juga relawan tapi saya tidak merasa terwakili,” kata Andi di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2022).

Menurut dia, Benny menyampaikan hal tersebut kepada Jokowi atas nama pribadinya sendiri. Hal itu sama dengan pandangan relawan yang menginginkan Jokowi tiga periode dan relawan lainnya yang merasa Jokowi cukup memimpin selama dua periode.

“Kayak rumah tangga saja ada yang berbeda kakak dan adik tapi kami pastikan mungkin itu pendapatnya Pak Benny saja secara pribadi, tidak mewakili relawan secara keseluruhan,” ujar Pendiri Relawan Buruh Sahabat Jokowi itu.

Baca juga
Musra Relawan Jokowi di GBK Rampung, Sampah Berserakan

Lebih lanjut, dia menilai Jokowi sebagai sosok yang demokratis dalam menghadapi pihak-pihak yang berlawanannya dengannya. Dengan begitu, Andi merasa Jokowi tidak akan mengambil jalan hukum.

“Pak Jokowi santai saja kerja terus, mungkin itu semangat Pak Benny,” ujar Andi.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 48 detik yang menunjukkan pertemuan relawan dengan Presiden Joko Widodo. Saat itu, Benny berusaha meyakinkan Jokowi bahwa para relawan memiliki jumlah massa yang besar untuk memenangkan pemilihan presiden.

Selain itu, dia juga mengaku tak tahan dengan pihak-pihak yang berlawanan dengan pemerintah dan mengaku siap melawan mereka di lapangan.

Baca juga
Pernyataan Kepala BP2MI Dinilai Memecah Belah Rakyat dan Agenda Terselubung

“Kami gemas pak ingin melawan mereka, kalau mau tempur di lapangan, kami lebih banyak. Kalau bapak enggak mengizinkan kami tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum harus (dilakukan),” ucap Benny dengan menggebu-gebu.

Dia mengatakan pihak-pihak yang dinilai kerap mencemarkan nama baik presiden, menyerang pemerintah, melakukan adu domba dan menghasut, serta menyebar kebencian perlu ditindak secara hukum.

“Kalau tidak, kami kehilangan kesabaran, ya sudah kami yang melawan mereka di lapangan,” tegas Benny.

Tinggalkan Komentar