Kamis, 26 Mei 2022
25 Syawal 1443

Naik 28,36 Persen, OK Bank Guyur Kredit Rp5,51 Triliun di 2021

Naik 28,36 Persen, OK Bank Guyur Kredit Rp5,51 Triliun di 2021 - inilah.com
Foto: Humas OK Bank

PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) mampu meningkatkan laba bersih sebesar Rp17,46 miliar pada 2021. Kinerja ini seiring dengan penyaluran kredit sebesar Rp5,51 triliun tahun lalu atau naik sebesar 28,36 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kinerja OK Bank dengan berbagai tantangan sepanjang 2021, berada di atas target Rencana Bisnis Bank (RBB) 2021 dan di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional.

“OK Bank mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 28,36 persen menjadi Rp5,51 triliun hingga akhir 2021 ketimbang Rp4.29 triliun pada tahun 2020,” ucap Wakil Direktur Utama PT Bank Oke Indonesia Tbk Hendra Lie dalam RUPST-LB di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga ikut tumbuh 25,28 persen menjadi Rp3,96 triliun ketimbang Rp3.16 triliun pada tahun 2020. Pertumbuhan DPK berasal dari dana murah (Current Account Saving Account/CASA) berupa giro dan tabungan yang mengalami kenaikan sebesar 13 persen secara tahunan dari Rp629,29 miliar menjadi Rp711,03 miliar.

“Meningkatnya penyaluran kredit membuat pendapatan bunga yang dibukukan OK BANK meningkat menjadi Rp526,34 miliar dari sebesar Rp439,16 miliar atau naik 19,85 persen pada 2020,” ucapnya.

Baca juga
Menko Airlangga Sebut Pembiayaan UMi Pijakan Bagi Pengusaha yang Ingin Naik Kelas

Selain itu, beban bunga juga naik 7,88 persen secara tahunan dari Rp 190,20 miliar menjadi Rp 205,18 miliar pada akhir 2021. Pendapatan bunga bersih mencapai 29,05 persen secara tahunan dari Rp248,96 miliar menjadi Rp321,17 miliar pada 2021.

Perseroan juga mampu menekan kredit bermasalah (NPL) dengan rasio gross sebesar 3,58 persen sedangkan NPL gross pada akhir 2020 sebesar dari 3,52 persen. Mencatatkan modal inti senilai Rp2,88 triliun pada Desember 2021, naik 21,27 persen dari Rp2,37 triliun di posisi yang sama 2020.

“Kondisi ini menjadi salah satu faktor pendorong untuk merealisasikan laba bersih Rp17,46 miliar pada 2021, naik 121,72 persen dari Rp7,88 miliar pada 2020” tambah Hendra.

Dari perolehan laba tersebut, total aset OK BANK sebesar Rp7,72 triliun per 31 Desember 2021. Nilai itu tumbuh 23,04 persen secara tahunan dari posisi akhir 2020 sebesar Rp6,27 triliun.

Baca juga
Ilmuwan Sepakat Produk Alternatif Tembakau Kurangi Risiko Kesehatan Masyarakat

“OK Bank tetap menjaga kualitas kredit yang diberikan dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) berada pada level sangat aman yaitu sebesar 50,88 persen” tambah Hendra.

Tak hanya itu, Margin Pendapatan Bunga Bersih (NIM) perseroan menjadi 5,09 persen dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 95,33 persen pada Desember 2021.

Ke depan, OK Bank akan tetap fokus untuk melakukan pengembangan usaha dan ekspansi kredit pada sektor- sektor yang memiliki potensi yang besar namun memiliki tingkat risiko yang lebih terukur.

“Bank juga meningkatkan pengembangan layanan digital melalui sistem INOAN untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada nasabah dalam meningkatkan daya saing sekaligus membuka potensi pasar baru perseroan,” ucap Hendra.

Hendra Lie menambahkan terkait rencana penambahan modal melalui skema rights issue sebesar Rp500 miliar dimulai pada kuartal III – 2022 karena OK BANK akan menggunakan laporan keuangan Juli 2022.

Baca juga
Manjakan Pelaku Usaha, BRI Fasilitasi Kredit Ultra Mikro melalui Agen BRILink

“Kita berharap realisasi dana yang masuk pada kuartal IV-2022 tersebut dapat digunakan memperkuat struktur modal dan ekspansi usaha perseroan,” urainya.

Hingga 31 Desember 2021, APRO Financial Co, LTD merupakan Pemegang Saham Utama dan Pemegang Saham Pengendali Perseroan dengan kepemilikan 12.755.587.400 lembar saham atau setara dengan 90,47 persen dari keseluruh saham Perseroan.

Hendra menambahkan para pemegang saham sepakat untuk mengangkat Sondang Martha Samosir sebagai Komisaris menggantikan Andre Mirza Hartawan.

“Ibu Sondang efektif setelah mendapat persetujuan OJK dan kami yakin keputusan pemegang saham ini dimaksudkan agar manajemen OK Bank tetap solid mendukung pemulihan ekonomi nasional yang lebih baik” pungkasnya.

Dengan demikian, komposisi manajemen OK BANK setelah RUPS Rabu ini:

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Lim Cheol Jin

Komisaris Independen: Sondang Martha Samosir

Komisaris Independen: Idham Aziz

Direksi:

Direktur Utama: Park Young Man

Wakil Direktur Utama: Hendra Lie

Direktur Kredit: Kim Seongtaek

Direktur Operasional: Joyo

Direktur Kepatuhan: Efdinal Alamsyah

Tinggalkan Komentar