Naik Mobil Listrik di Kendari Sudah Oke? Begini Jawaban Walikota

Naik Mobil Listrik di Kendari Sudah Oke? Begini Jawaban Walikota - inilah.com
Walikota Kendari H. Sulkarnain saat mengendarai mobil listrik

Walikota Kendari H. Sulkarnain Kadir diketahui sudah sejak beberapa bulan lalu menggunakan mobil listrik.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut, menjadi satu-satunya pejabat di Pemerintahan Kota Kendari yang menggunaan mobil listrik sebagai kendaraan dinas sehari-hari. 

Kendarai Mobil Listrik di Kendari Sudah Oke? 

Walau Kendari adalah kota besar, namun tidak semua familiar dengan pengunaan mobil listrik, bahkan awal menggunakan mobil listrik banyak pertanyaan yang dialamatkan kepada Sulkarnain Kadir. Terkait teknis pemakainnya.

Mantan Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi PKS itu menjelaskan walau tak seperti mobil bensin, penggunaan mobil listrik tak sesulit yang dibayangkan.  Dapat memperoleh energinya dari rumah sendiri. Cukup menambahkan alat pengisian daya mobil listrik, maka dapat memulihkan tenaganya.

“Sama seperti kita pakai HP, pulang ke rumah kita charger kemudian pagi hari bisa ready untuk kita pakai lagi,” kata Sulkarnain Kadir, saat hadir sebagai narasumber Inilah Podcast,  Jumat (24/6/2021).

Baginya sudah tepat menggunakan mobil listrik. Beradaptasi dengan teknologi mobil listrik sudah benar lantaran condong untuk kesehatan lingkungan.

Biaya Murah, Begini Cara Hitungnya 

Baca juga  Kota Kendari Jadi Kota Layak Anak 2021

Biaya konsumsi mobil listrik lebih murah dibandingkan mobil konvensional, karena efisiensi energi yang lebih maksimal dalam penggerak mobil listrik.

Sebagai seorang accounting diketahuinya bahwa 1 KWH  hitungan PLN harganya Rp1600. Jadi dengan mengeluarkan biaya semurah itu, pengguna mobil listrik dapat menempuh jarak sejauh 9 kilometer.  

Dari hasil hitung-hitungan, menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas, suami dari Sri Lesta ini dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 60 persen

“Bandingkan dengan mobil konvensional. Katakanlah kita pakai pertamax 1 liter itu 12 sampai 15 km tetapi harganya berapa dibandingkan dengan tadi hanya Rp1.600 per 9 km. Ini aja udah kelihatan penghematan,”  ucap pria berkacamata tersebut.

Baca juga  PPKM Level 1, Sulkarnain: Kuncinya Kedisiplinan Masyarakat

Tinggalkan Komentar