Kamis, 18 Agustus 2022
20 Muharram 1444

Logika Bengkok Negara Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Ketika Minyak Dunia Turun

Sabtu, 06 Agu 2022 - 19:14 WIB
Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Ketika Minyak Dunia Turun
Harga BBM nonsubsidi mengikuti harga minyak mentah dunia.

Sejak 3 Agustus 2022, PT Pertamina (Persero) kerek naik harga BBM nonsubsidi. Masalahnya, minyak mentah Indonesia (ICP) sudah turun.

Hal ini langsung direspons Anggota Komisi VII asal Fraksi PKS, Mulyanto. Dia mempertanyakan logika pemerintah dalam hal ini Kementerian Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang justru terbalik.

Ketika harga migas dunia turun, pemerintah merestui Pertamina menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.

Ia meminta Kementerian ESDM konsekuen dengan pola pengitungan harga jual BBM nonsubsidi yang mengikuti harga minyak dunia. “Pemerintah jangan mau enaknya sendiri. Saat harga minyak dunia tinggi, harga BBM nonsubsidi dinaikkan. Sekarang saat harga minyak dunia turun, harga BBM bersubsidi tetap tinggi juga,” kata Mulyanto kepada Inilah.com, Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Mulyanto mempertanyakan alasan kenaikan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Kenaikan saat harga minyak dunia turun, dinilainya tidak logis dan merugikan masyarakat.

Baca juga
Foto Azis Syamsuddin Langsung Ditahan KPK Usai Jalani Pemeriksaan

Dalam hal ini, lanjut Mulyanto, baik pemerintah maupun Pertamina, seharusnya ikut meringankan beban masyarakat yang sudah berat dengan kenaikan harga pangan. “Jadi terkesan janggal, saat harga minyak dunia turun malah menaikan harga jual BBM nonsubsidi,” tegas Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan pemerintah bahwa keputusan menaikan harga BBM nonsubsidi secara beruntun dan serempak untuk beberapa varian dapat memicu inflasi.

Ia khawatir kenaikan harga BBM nonsubsidi ini akan mendorong masyarakat bermigrasi mengkonsumsi ke BBM bersubsidi. Bila hal tersebut sampai terjadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi kekurangan stok BBM bersubsidi.

“Sebab kuota BBM bersubsidi kan terbatas. Bahkan kabar terakhir menyebutkan cadangan BBM bersubsidi kita hanya cukup sampai bulan November,” jelas Mulyanto.

Baca juga
Bandingkan Kumandang Azan, Gaya Komunikasi Menag Yaqut Timbulkan Kegaduhan

Asal tahu saja, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) pada Juli 2022 sebesar US$106,7 per barel. Turun ketimbang harga Juni 2022 sebesar US$117,62 per barel.

Sedangkan harga minyak WTI crude pada awal Agustus 2022, jatuh di bawah US$90 per barel. Begitu pula minyak Brent crude mendekati US$92 per barel.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berbeda-beda tiap wilayahnya. Di Pulau Jawa dan Bali, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp17.900 per liter. Sedangkan di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, harganya Rp18.250 per liter. Sementara Sumatera harganya bervariatif Rp17.900 hingga Rp18.600 per liter.

Untuk BBM jenis Dexlite, harga Pulau Jawa dan Bali Rp17.800 per liter. Sedangkan Kalimantan, Sulawesi, dan Papua Rp18.150 per liter. Pulau Sumatera bervariasi Rp17.800 hingga Rp18.500 per liter.

Baca juga
Akademisi UGM Dukung Premium dan Pertalite Diganti Pertamax

Sedangkan harga Pertamina Dex di Pulau Jawa dan Bali Rp18.900 per liter. Sedangkan Kalimantan, Sulawesi dan Papua, harga Pertamina Dex mencapai Rp19.250 per liter. Di Sumatera, harganya berbeda-beda mulai dari Rp18.900 sampai Rp19.600 per liter.

 

Tinggalkan Komentar