Rabu, 01 Februari 2023
10 Rajab 1444

Nakes Jadi Prioritas Utama Vaksin Cacar Monyet

Rabu, 21 Sep 2022 - 23:58 WIB
Nakes Jadi Prioritas Utama Vaksin Cacar Monyet
Nakes jadi prioritas utama vaksin cacar monyet (foto: kemkes.go.id)

Ketua Satuan Tugas Monkeypox (Cacar Monyet) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Hanny Nilasari merekomendasikan tenaga kesehatan (nakes) sebagai penerima prioritas vaksin cacar monyet.

“Sama seperti yang sebelumnya pemberian vaksin tidak untuk semua yang bersifat massal. Tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, tenaga kesehatan, serta populasi risiko tinggi, misalnya untuk kasus yang ditracing. Jadi vaksin memang bukan untuk meniadakan penyakit tapi untuk menimilisir,” kata Hanny dalam pertemuan secara virtual, Rabu (21/9/2022) siang.

“Kan ada 15 laboratorium seluruh Indonesia yang mendapatkan tugas untuk melakukan pemeriksaan untuk identifikasi virus monkeypox ini. Jadi, terutama untuk tenaga-tenaga kesehatan di lokasi-lokasi tersebut,” lanjut Hanny.

Baca juga
Jokowi Prediksi COVID-19 Akan Terus Naik, Minta Masyarakat tak Panik

Selain itu, pasein dengan populasi risiko tinggi khusus seperti kelompok homoseksual dan biseksual, juga masuk kategori penerima vaksin cacar monyet. Dimana berdasarkan penelitian, penyakit menular ini dominan terjadi di kalangan homoseksual dan biseksual.

“Kalau hal itu diakui oleh pasien tentunya akan kita golongkan dalam kelompok yang berisiko atau prioritas untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah memesan 2.000 dosis vaksin monkeypox produksi Bavarian Nordic untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan.

“Dari vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya 2.000 dosis dari Bavarian Nordic dibantu KBRI Denmark, karena ada vaksin monkeypox di sana,” kata Budi.

Baca juga
Airlangga: ‘Gas dan Rem’ COVID-19 Integrasikan Kesehatan dan Ekonomi

Sementara terkait pengobatan terhadap pasien monkeypox, ia mengaku cukup dengan obat-obatan yang masih relevan dengan cacar biasa.

Tinggalkan Komentar