Kamis, 02 Februari 2023
11 Rajab 1444

Nama Gibran Tak Pernah Dibahas Koalisi Pendukung Anies Baswedan

Rabu, 16 Nov 2022 - 15:45 WIB
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka.

Tiga partai politik (parpol) yakni Partai NasDem, Demokrat, dan PKS yang sedang melakukan penjajakan membentuk Koalisi Perubahan masih menggodok kesepakatan untuk menyatukan ketiganya mendukung Anies Baswedan sebagai capres pada Pilpres 2024. Salah satu yang dibahas yakni kandidat cawapres yang mendampingi Anies. Jubir PKS, Muhammad Kholid memastikan Gibran Rakabuming, yang Selasa (15/11/2022) bertemu Anies Baswedan di Solo, tak pernah dibahas oleh tim kecil.

Kholid mempersilakan apabila seiring dinamika dan perkembangan NasDem mengusulkan Gibran sebagai cawapres bagi Anies. Namun dia menegaskan hingga kini PKS solid mengupayakan Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pendamping Anies. “Kalau NasDem mau ajukan Mas Gibran ya itu haknya NasDem. Silakan disampaikan secara resmi di tim komunikasi koalisi tiga pihak,” kata Kholid, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Baca juga
PKS Nilai Ide LaNyalla Berbahaya: Tahapan Pemilu 2024 Sudah Ditetapkan

Sejauh ini Koalisi Perubahan belum deklarasi untuk berkoalisi. Agenda deklarasi yang dijadwalkan digelar pada 10 November 2022 batal lantaran ketiga parpol belum siap. Masing-masing parpol mengirim utusan untuk menyusun kesepakatan melalui tim kecil yang beberapa kali menggelar pertemuan di kediaman Anies Baswedan.

Partai Demokrat, diketahui mengupayakan mendorong ketua umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawpres untuk Anies. Sementara PKS mengupayakan Aher. “PKS sendiri Insya Allah tetap memperjuangkan amanat Majelis Syuro, Ahmad Heryawan,” tambah Kholid.

Terkait pertemuan Anies dengan Gibran di Solo, Kholid menilai hal itu menunjukkan kedekatan hubungan Anies dengan keluarga Presiden Joko Widodo. “Kalau pun ada perbedaan sikap politik, relasi personal harus tetap hangat,” sambung Kholid.

Baca juga
Puan dan Anies Akrab saat Nonton Formula E, Ada yang Atur di Belakangnya?

Waketum Partai NasDem, Ahmad Ali mengatakan, NasDem memberikan otoritas sepenuhnya kepada Anies untuk menentukan siapa pendamping yang dianggapnya tepat berkontestasi pada Pilpres 2024. Dia mengibaratkan NasDem telah memberikan cek kosong kepada Anies menentukan cawapres, selepas dideklarasikan sebagai capres.

Ali juga menyebutkan bahwa usulan cawapres dari Demokrat dan PKS bukan harga mati. “Kita mesti hargai bahwa tiap parpol punya mekanisme sendiri. Hari ini AHY diusung Demokrat, Aher oleh PKS. Tapi pertanyaan berikutnya apakah harga mati atau syarat? Saya pikir tidak mengedepankan itu,” ujar Ali.

Tinggalkan Komentar