Napoleon Bonaparte Kembali Tulis Surat, Kompolnas: Tak Ada Artinya

Napoleon Bonaparte Kembali Tulis Surat, Kompolnas: Tak Ada Artinya - inilah.com
Irjen Napoleon Bonaparte

Irjen Napoleon Bonaparte kembali menulis surat terbuka terkait dengan kasus dugaan yang menjeratnya, yakni suap penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra.

Dalam surat terbuka yang diterima Inilah.com, tertulis bahwa Napoleon memiliki bukti nyata adanya pengakuan dari orang yang diperalat untuk menyudutkan dirinya selama ini.

Adapun isi suratnya sebagai berikut:

“SAATNYA BANGKIT

Saudara-saudaraku sebangsa dan se-tanah air,

Sebenarnya selama ini saya sudah mengalah dalam diam karena terbelenggu oleh seragamku. Untuk tutup mulut dan menerima nasib apapun yang mereka tentukan.

1. Hari ini aku berteriak, “AKU BUKAN KORUPTOR”” seperti yang dibilang oleh Pengadilan sesat itu.

Baca juga  Masuk Masjid Istiqlal Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

2. Hari ini aku tunjukkan kepadamu, bukti nyata itu.., yaitu pengakuan orang yang telah diperalat untuk menzolimiku.. demi menutupi aib mereka.

3. Namun, tirani ini memang tidak mengenal batas.. bahkan telah berani melecehkan AKIDAHKU.. melalui mulut-mulut kotor itu.

4. Ini saatnya untuk bangkit, menyatakan yang benar itu benar.. dan yang salah itu salah, apapun resikonya.  

Semoga kita selalu dalam perlindungan ALLAH SWT dan menjadi bangsa yang merdeka dari penjajahan kompeni berambut hitam itu.

ALLAHUAKBAR..!!

Hormat dan salamku,

Napoleon Bonaparte alias NAPO BATARA”

Tak Berarti Surat Napoleon

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebut surat terbuka Napoleon Bonaparte yang mengaku bukan koruptor, tidak ada artinya karena tidak disuarakan di pengadilan.

Baca juga  Polisi Segera Periksa Napoleon Bonaparte

“Kami menganggap surat terbuka dari saudara Napoleon Bonaparte yang menyatakan yang bersangkutan bukan koruptor tidak ada artinya,” tegas Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti, Kamis (7/10/2021).

Poengky menyampaikan, masalah hukum itu kuncinya adalah pembuktian di persidangan. Majelis hakim menegakkan hukum terhadap Napoleon berdasarkan bukti-bukti yang dihadirkan.

“Jika di persidangan yang bersangkutan atau kuasa hukumnya tidak dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan bersih, maka selesai sudah,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar