Senin, 30 Januari 2023
08 Rajab 1444

NasDem: Cawapres untuk Anies Bukan Harga Mati

Rabu, 16 Nov 2022 - 13:22 WIB
Fauzilamboka 20211028 205232 - inilah.com
Ketum Partai NasDem Surya Paloh bersama Waketum Ahmad Ali. (Foto: Antara)

Penjajakan yang dilakukan Partai NasDem, Demokrat dan PKS membentuk Koalisi Perubahan mengusung Anies Baswedan sebagai capres pada Pilpres 2024 masih alot. Waketum Partai NasDem Ahmad Ali mengakui hal ini tak lepas dari tarik-menarik antara Demokrat dan PKS yang masing-masing hendak mengusung jagonya sebagai cawapres untuk Anies.

Ali menegaskan penjajakan yang tengah dilakukan hingga deklarasi Koalisi Perubahan yang diagendakan digelar pada 10 November 2022 yang lalu batal menandakan mekanisme pada masing-masing parpol sedang berjalan. Dia menegaskan pula upaya mengusung cawapres untuk Anies, yakni Demokrat menjagokan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sedangkan PKS mengusungkan Ahmad Heryawan (Aher) bukan harga mati.

Baca juga
Kunjungan NasDem ke Sekber Gerindra-PKB untuk Studi Banding Menuju Sekretariat Perubahan

“Kita mesti hargai bahwa tiap parpol punya mekanisme sendiri. Hari ini AHY diusung Demokrat, Aher oleh PKS. Tapi pertanyaan berikutnya apakah harga mati atau syarat? Saya pikir tidak mengedepankan itu,” ujar Ali, di Jakarta, Rabu (16/11/2022).

Dia menegaskan, posisi Partai NasDem sudah lepas dengan mendeklarasikan Anies sebagai capres pada Pilpres 2024. Selepas deklarasi, NasDem seperti memberi cek kosong kepada Anies untuk menentukan sendiri siapa kandidat cawapres yang sesuai. “Ketika kami mendeklarasikan Anies, kami beri cek kosong dan mandat untuk cari wakilnya,” tandas Ali.

Ali menegaskan pula, NasDem selaku parpol yang mendeklarasikan Anies memahami adanya syarat ambang batas pencalonan presiden yang memaksa parpol untuk membangun koalisi. Maka diharapkan ketiga parpol yang sedang melakukan penjajakan melepaskan ego sehingga tercipta koalisi yang setara.

Baca juga
Golkar Kaji Serius Perpanjangan Jabatan Presiden Jokowi

“Kesadaran itu kemudian kami berharap bahwa koalisi yang dibangun NasDem dan mitranya itu koalisi yang setara, antara tiga partai tidak lagi berbicara ego dari parpol,” ujar Ali.

“Kami bangun platform, libatkan banyak guru besar, Insya Allah kesepakatan yang dibangun tidak akan saling menyandera,” tambahnya.

Tinggalkan Komentar