Senin, 28 November 2022
04 Jumadil Awwal 1444

NasDem Ogah Koalisi dengan Demokrat kalau Ngotot Usung AHY

Senin, 19 Sep 2022 - 16:22 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers seusai pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7/2019). (Foto: Antara)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) (Foto: Antara)

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menegaskan partainya ogah berkoalisi dengan Partai Demokrat apabila ngotot untuk mengusung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres pada Pemilu 2024. Alasannya, NasDem ingin mengusung pasangan capres-cawapres yang tidak berasal dari parpol manapun.

“Kami ingin kontestasi nanti itu koalisi yang akan dibangun diisi oleh parpol yang punya pemahaman yang sama, yang kemudian mengatakan capres dan cawapres itu adalah tidak berasal dari parpol, dari partai koalisi ya. Nah bisa jadi nanti kalau kemudian Demokrat misalnya memaksakan AHY, bisa jadi kemudian tidak terjadi koalisi, umpamanya,” terang Ali, saat dihubungi di Jakarta, pada Senin, (19/9/2022).

Baca juga
Deklarasi Koalisi Perubahan Terhambat Mekanisme Internal Parpol

Ia juga menyinggung bahwa NasDem tidak pernah berpikir kader parpol sebagai pihak yang paling berhak untuk memimpin negeri ini. “Kami selalu berpikir bahwa semua anak negeri punya kesempatan yang sama, maka itulah NasDem memfasilitasi orang-orang yang di luar parpol seperti profesional, seperti Anies, para akademisi, aktivis yang kita anggap cakap untuk melaksanakan tugas itu,” sambungnya.

Tidak hanya itu, Ali juga menegaskan bahwa akan ada kemungkinan ketiga partai yaitu Nasdem, Demokrat dan PKS tidak jadi membentuk koalisi apabila tidak tercapainya kesepemahaman internal.

“Sekarang katakan NasDem, Demokrat, PKS berkoalisi, katakanlah Anies yang kita usung, Anies bukan kader partai politik, bukan kader NasDem atau kader PKS. Terus nanti wakilnya harus dari Demokrat, terus bagaimana dengan Nasdem dan PKS kalau begitu kan? Nah artinya itu yang saya bilang bahwa kesepakatan untuk berkoalisi itu ditentukan oleh internal, bisa jadi nanti, Nasdem, Demokrat, PKS tidak jadi berkoalisi. Karena ada kesepakatan-kesepakatan internal yang tidak bisa dipenuhi oleh partai koalisi kan,” jelasnya.

Baca juga
Ridwan Kamil Sanjung JIS Besutan Anies: Stadionnya Keren

Diketahui dalam Rapimnas Demokrat yang diadakan pada beberapa hari lalu, partai berlogo Mercy akan mengusung AHY sebagai cawapres yang akan dipasangkan dengan Anies Baswedan yang diusung oleh NasDem sebagai capres. Rakernas NasDem yang digelar pada Juni 2022 lalu menghasilkan tiga nama kandidat capres yang bakal diusung yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. Namun, Ketum NasDem Surya Paloh mengungkapkan terbuka bagi partai mengubah nama-nama hasil rekomendasi rakernas itu.

Tinggalkan Komentar