Nasi Bisa Bikin Kita Gemuk, Mitos Atau Fakta?

Nasi Bisa Bikin Kita Gemuk, Mitos Atau Fakta? - inilah.com
Ilustrasi

Nasi sudah menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia. Karena itu, wajar jika konsumsi beras di Indonesia sangat tinggi. Bahkan menurut data dari Kementerian Pertanian (Kementan) konsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 784,8 ton kapita per tahun 2020.

Angka ini masih lebih rendah karena pada 2017, komsumsi beras masyarakat Indonesia mencapai 868,2 ton kapita per tahun.  

Selain itu, menurut Studi Diet Total 2014 yang dilakukan di DKI Jakarta saja menunjukkan bahwa 98 persen penduduk DKI Jakarta memakan nasi setiap hari dengan konsumsi per harinya sebesar 173,3 gram per orang.

Meski nasi menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia, masih ada orang yang berusaha mengurangi asupan nasi dan bahkan ada yang tidak sama sekali mengkonsumsi nasi dengan alasan bisa memicu kegemukan. Selain itu, nasi juga disebut bisa memicu penyakit gula darah tinggi atau diabetes.

Benarkan nasi menjadi penyebab orang kegemukan dan penyakit gula? apa itu mitos atau fakta?.

1. Nasi bisa bikin gemuk

Nasi sama dengan karbohidrat lainnya seperti roti, mi, dan pasta. Olahan karbohidrat ini bisanya menentukan berapa jumlah kalori yang ada dalam makanan tersebut. Nasi putih yang diolah seperti biasa mengandung kalori 204 per mangkok atau 130 kalori per 100 gram.

Baca juga  Belajar dari Kasus Dorce, Ini Tips Atasi Saat Gula Darah Drop

Namun, jumlah kalori itu bisa berubah lebih besar jika nasi itu diolah dengan dicampur dengan bahan lainnya seperi diolah menjadi nasi uduk atau nasi goreng.

Jumlah kalori satu porsi nasi uduk dengan takaran nasi sekitar 150 gram mengandung 435,2 kalori, 8,17 gram protein, 9,89 gram lemak, 60,8 gram karbohidrat dan 1,92 gram serat. Sedangkan nasi goreng kalorinya adalah 350 Kkal, protein sebesar 9,3 gr, lemak 5,5 gr, dan serat 1,5 gr.

Jadi bisa dikatakan kegemukan bukan disebabkan karena kita mengkonsumsi nasi, tetapi lebih karena mengkonsumsinya secara berlebihan serta mengkonsumsi bahan lainnya yang mengandung kalori tinggi. Sehingga menyebabkan kalori dalam tubuh jadi menumpuk dan jika tidak diimbangi dengan olahraga bisa menjadi lemak di badan.
 
2. Nasi bisa bikin diabetes

 
Kebanyakan orang Indonesia mengkonsumsi nasi sebanyak tiga kali sehari. Tak jarang pula dalam waktu tersebut orang mengkonsumsi makanan atau minuman lain yang manis kue kering, biskuit, permen, teh manis, dan lainnya.

Baca juga  Naik Motor Setelah Bergejala Covid-19, Amankah?

Padahal jika dalam sehari tidak dimbangi dengan sayur dan buah bisa mengganggu metabollisme di tubuh. Jadi tak heran jika banyak orang yang menderita diabetes.
 
Sebenarnya nasi sendiri bukan penyebab utama diabetes. Tetapi, kebiasaan konsumsi nasi yang berlebihan dan rutin setiap hari turut mendukung perkembangan penyakit diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health pun menunjukkan bahwa semakin banyak porsi nasi putih yang dimakan setiap hari, maka semakin besar peluang seseorang untuk mengembangkan diabetes tipe 2 (kencing manis).

Bukan berarti Anda tidak boleh makan nasi agar terhindar dari diabetes. Tapi dalam mengkonsumsinya Anda harus memperhatikan porsi yang dimakan. Selain makanan, faktor gen atau keturunan juga jadi penyebab penyakit diabetes.

3. Nasi mengandung banyak gula

Baca juga  Bangun Tidur Langsung Zoom atau Cuci Muka Dulu?

Memang, nasi merupakan salah satu makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi, jadi pengaruhnya terhadap kadar gula darah sangat cepat.

Tapi tidak semua nasi seperti itu. Sebab masih ada nasi merah yang mengandung lebih banyak serat serta lebih rendah gula dibandingkan nasi putih. Sehingga, konsumsi nasi merah akan lebih baik bagi orang yang ingin membatasi asupan gulanya.

4. Nasi tidak mengandung nutrisi penting

Nasi terkenal sebagai sumber karbohidrat (gula). Tapi, di samping karbohidrat, ternyata nasi putih juga mengandung nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh, seperti serat, protein, selenium, zink, dan magnesium.
 
Bahkan saat ini sudah banyak beras yang diperkaya dengan tiamin, riboflavin, dan niacin. Ketiganya akan menghasilkan asam folat atau vitamin B9. Kandungan ini sangat baik untuk kesehatan kandungan ibu hamil dan perkembangan janinnya.

Jadi, nasi ternyata tidak seburuk yang kita pikirkan selama ini. Hanya saja, kebiasaan konsumsi yang buruk menjadikan nasi sebagai salah satu penyebab masalah kesehatan, seperti gemuk maupun diabetes.

Tinggalkan Komentar