Sabtu, 28 Januari 2023
06 Rajab 1444

2/3 Negara G20 ‘Tersengat’ Inflasi Tinggi, PM Sunak Khawatir Resesi Lebih Dalam

Kamis, 17 Nov 2022 - 11:51 WIB
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Rishi Sunak menyebut, perang Rusia-Ukraina membuat rumah tangga di banyak negara G20, terpukul kenaikan harga pangan dan energi. Dia khawatir resesi global terjadi lebih dalam.

Saat konferensi pers usai penutupan KTT G20 di Bali, Rabu (16/11/2022), PM Sunak sangat menyayangkan invasi Rusia terhadap Ukraina yang menimbulkan masalah serius secara global. “Perang Rusia-Ukraina membuat rumah tangga seluruh dunia terpukul kenaikan harga di tengah upaya bangkit dari pandemi COVID-19,” kata PM Sunak.

Apabila Perang Rusia-Ukraina tak segera berakhir, pria berdarah India ini, khawatir resesi global akan terjadi lebih dalam lagi. Saat ini saja, sebagian besar negara mengalami infalsi tinggi. “Kalau (perang) berkepanjangan, maka ekonomi dunia dipastikan semakin hancur. Saat ini, dua per tiga dari negara G20 telah mengalami inflasi di atas 7 persen,” ungkap PM Sunak.

Baca juga
5 Bulan Berturut-turut Kenaikan Harga Beras Sumbang Inflasi

Dikutip dari Wikipedia, The Group of Twenty atau G20 adalah sekumpulan negara yang memiliki ekonominya cukup tinggi di dunia. G20 beranggotakan 19 negara termasuk satu organisasi antar-pemerintah yakni Uni Eropa, dan Spanyol sebagai tamu tetap.

Ke-19 negara anggota G20 adalah Afsel, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, Inggris, India, Indonesia, Jepang, Jerman, Kanada, Korsel, Meksiko, Prancis, Rusia, China, Turki dan Uni Eropa.

Masih kata PM Sunak, IMF memperkirakan, sepertiga dari ekonomi dunia bakal mengalami resesi. Paling cepat tahun ini, atau selambat-lambatnya tahun depan. “Guncangan susulan ekonomi dari pengabaian kasual Putin terhadap kehidupan manusia akan menyebar ke seluruh dunia di tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Baca juga
PM Inggris Liz Truss Mengundurkan Diri!

Terkait meledaknya roket buatan Rusia di Polandia, saat KTT G20 Bali berlangsung, Sunak mengaku langsung menelepon Presiden Polandia, Andrzej Duda. Sunak dan negara-negara G7 lainnya janji mencari fakta terkait ledakan roket tersebut. “Ada tim di lapangan yang melibatkan tak hanya Polandia, tetapi juga Ukraina, Amerika dan lainnya. Semua dari kita ingin mengetahui apa yang terjadi,” ujar Sunak.

Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia membantah informasi yang menyebur rudal dari negaranya menghantam Polandia yang juga anggota NATO. Dilansir dari US News, Rabu (16/11/2022), Kementerian Pertahanan Rusia membantah rudal tersebut terkait Rusia melalui sebuah unggahan pernyataan di platform Telegram. Pernyataan itu menyebutkan, dugaan jatuhnya rudal Rusia di wilayah permukiman Przewodów merupakan provokasi.

Baca juga
PM Inggris Boris Johnson Akhirnya Mundur

“Tidak ada serangan terhadap target di dekat perbatasan negara Ukraina-Polandia yang dilakukan dengan cara penghancuran Rusia,” jelas kementerian itu dalam di Telegram.

Pada Selasa (15/11/2022), sebuah rudal menghantam Desa Przewodów di Polandia Timur, sekitar 6 km dari perbatasan dengan Ukraina. Kejadian ini menewaskan dua orang.

Tinggalkan Komentar