Negara Juara Mendengkur, Penyebab dan Pencegahannya

Mendengkur

Anda sering terganggu mendengar orang lain mendengkur ketika tidur? Bersyukurlah karena banyak warga di negara lain yang lebih terganggu karena saking banyaknya orang mendengkur saat tidur malam hari. Negara mana saja dan bagaimana mengatasinya?

Tidur mendengkur atau ngorok di Indonesia sudah menjadi fenomena umum di masyarakat. Hanya saja Indonesia dalam sebuah survei, tidak termasuk negara yang warganya paling berisik ketika malam hari dengan dengkurannya.

Entah karena memang jumlah populasi warga yang mendengkur di Indonesia masih terbilang sedikit atau bisa jadi negara kepulauan ini tidak masuk dalam survei mereka.

Survei telah dilakukan oleh perusahaan tempat tidur Inggris, Sleepseeker, yang menghitung jumlah pencarian per 1.000 orang di setiap kota dan memberi peringkat lokasi yang sesuai. Hasilnya didasarkan pada 50 istilah pencarian yang berpusat di sekitar topik mendengkur, dan berapa kali istilah itu dicari di setiap lokasi selama 12 bulan terakhir.

Jadi survei ini berdasarkan aktivitas pencarian di mesin pencari Google tentang mendengkur sebagai sebuah indikasi.

Kota mendengkur teratas di dunia adalah ibu kota Irlandia, Dublin. Di sini, populasinya 1,2 juta yang mencatat 45.510 pencarian terkait dengkuran, dan memiliki tingkat 37,9 pencarian per 1.000 penduduk.

Baca juga  Dampak Tontonan Tidak Sesuai Usia, Anak Rentan Stres

Orang-orang juga tidak bisa tidur nyenyak di Canberra, kota paling bising kedua dalam daftar dan rumah bagi sekitar 447.000 orang. Di ibu kota Australia ini, pendengkur telah menghasilkan 14.580 pencarian dan tingkat pencarian 32,6 per 1.000 penduduk.

Peringkat ketiga adalah negara tetangga Singapura. Seberapa putus asa orang Singapura untuk solusi mendengkur? Pada tahun lalu, populasi yang berjumlah 5,8 juta telah melakukan 139.070 pencarian online tentang mendengkur atau tingkat 24 pencarian per 1.000 orang.

Daftar sembilan kota lainnya juga termasuk Wellington, London, Ottawa, Kingston, Cape Town dan Washington DC.

Namun, data ini tidak boleh membuat Anda senang dulu. Siapapun yang sering mendengkur ketika tidur harus berusaha untuk mencari penyebab dan melakukan pencegahan. Hal ini mengingat mendengkur dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama jika disebabkan oleh sleep apnea.

Beberapa komplikasinya, meliputi:
– Peningkatan risiko hipertensi, serangan jantung, dan stroke
– Depresi berat yang memicu gangguan mental
– Penurunan kepuasan seksual
– Sulit konsentrasi
– Sering marah dan frustasi

Penyebab Mendengkur

Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi jalan napas dan menyebabkan mendengkur adalah:

Baca juga  Muhammadiyah Dorong Pemerintah Pikirkan Second Track Diplomacy

Anatomi dari mulut. Memiliki atap rongga mulut yang tebal dapat mempersempit jalan napas. Selain itu, orang yang mengalami berat badan berlebih dapat memiliki jaringan berlebih di belakang tenggorok yang juga mempersempit jalan napas. Akibatnya, hambatan aliran udara menjadi lebih banyak dan mendengkur menjadi semakin keras.

Konsumsi alkohol. Mendengkur dapat juga disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebih sebelum tidur. Alkohol membuat otot tenggorok menjadi relaks dan mengurangi pertahanan tubuh terhadap obstruksi jalan napas.

Gangguan hidung. Hidung yang tersumbat selama jangka waktu yang lama atau septum hidung yang tidak lurus dapat berkontribusi terhadap terjadinya mendengkur.

Kurang tidur. Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dapat menyebabkan relaksasi otot tenggorok yang berlebih.

Posisi tidur. Mendengkur paling sering dan paling keras diamati saat tidur telentang, karena efek gravitasi pada tenggorok membuat jalan napas menjadi lebih sempit.

Obstructive Sleep Apnea (OSA). Pada kondisi serius ini, jaringan tenggorok menghambat jalan napas secara sebagian atau seluruhnya, yang menghambat pernapasan. Umumnya ditandai dengan mendengkur yang keras diikuti fase hening di mana pernapasan terhenti atau hampir terhenti. Seiring berjalannya waktu, perhentian dari pernapasan tersebut dapat membuat seseorang terbangun. Orang tersebut dapat terbangun dengan terengah-engah.

Baca juga  KTT G20, Jokowi Serukan Penguatan Arsitektur Kesehatan Global

Pencegahan

Bagaimana pencegahannya? Dr Ruebini Anandarajan, kepala layanan gigi di SingHealth Polyclinics mengutip ChannelnewsAsia, mengungkapkan beberapa beberapa contoh latihan yang bisa Anda lakukan di rumah setidaknya sekali sehari:

Keriting lidah: Buka mulut lebar-lebar dan regangkan lidah ke bawah sejauh mungkin ke arah dagu. Tahan setidaknya selama 5 detik. Ulangi 5 kali.

Tekan lidah: Sedot lidah Anda ke atas terhadap langit-langit keras. Lanjutkan mengisap sambil membuka mulut lebar-lebar. Ulangi hingga 5 kali.

Tongue taichi: Gosokkan lidah ke pipi kiri dan kanan secara bergantian. Anda dapat meningkatkan daya tahan terhadap lidah dengan mendorong pipi ke lidah dengan jari-jari Anda. Tahan selama 5 detik. Ulangi hingga 5 kali di setiap sisi.

Menelan air liur: Pegang lidah di antara bibir dan telan air liur Anda. Ulangi hingga 5 kali.

Meniup mulut: Tarik napas melalui hidung dan buang napas melalui mulut sambil menjaga bibir tetap rapat seperti meniup balon imajiner. Tiup selama 5 detik. Anda dapat mengulangi hingga 10 kali.

Penasaran? Silakan Anda mencobanya.

Tinggalkan Komentar