Jumat, 07 Oktober 2022
11 Rabi'ul Awwal 1444

Negara Tujuan Pulih, Ekspor Toyota Meroket 60 Persen di Januari-Juli 2022

Rabu, 17 Agu 2022 - 15:09 WIB
Penulis : Ahmad Munjin
Negara Tujuan Pulih, Ekspor Toyota Indonesia Meroket 60 Persen di Januari-Juli 2022 - inilah.com
Deretan mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang siap diekspor (Foto: Humas Toyota Motor Manufacturing Indonesia)

Seiring pulihnya kondisi perekonomian di negara-negara tujuan, ekspor PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia melonjak 60 persen pada periode Januari sampai Juli 2022. Angkanya mencapai 159.500 unit ketimbang periode yang sama 2021 yang 99.600 unit.

External Corporate Affairs Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan pertumbuhan pesat ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) Toyota tersebut tidak lepas dari kondisi perekonomian negara-negara tujuan ekspor seperti kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.

“Timur Tengah diuntungkan dengan naiknya harga minyak, sedangkan kawasan Asia Tenggara dalam pemulihan ekonomi yang cukup bagus, pertumbuhan ekonominya mencapai 5-6 persen,” kata Bob di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Selain itu, lanjutnya, kenaikan ekspor juga dipicu oleh adanya model baru yaitu Toyota New Veloz, yang disukai negara-negara tujuan ekspor baik di Asia Tenggara maupun Timur Tengah, dan kawasan Amerika Latin.

Baca juga
Mendag Zulhas Dorong Ekspor Aluminium Lewat Perjanjian Dagang

Pada Januari-Juli 2022, ekspor Toyota Veloz mencapai 33.000 unit, mendominasi pencapaian ekspor TMMIN pada periode tersebut.

Secara rinci pada periode tersebut ekspor Toyota Indonesia ke lebih dari 100 negara mencapai 159.500 unit yang terdiri dari Veloz 33.000 unit, Rush 28.600 unit, Raize 25.000, Fortuner 24.000, sedan Vios 19.000 unit, Agya 14.500 unit, TownAce 12.700 unit, Kijang Innova 1.700 unit, dan Sienta 440 unit.

Dengan pencapaian tersebut Bob optimistis target ekspor Toyota Indonesia pada 2022 sebesar 284.000 unit akan tercapai. Apalagi, lanjutnya, pada sisa 5 bulan terakhir meski dunia terancam resesi global dan ada kecenderungan harga minyak turun, namun ekonomi negara-negara tujuan ekspor Toyota Indonesia cenderung masih tumbuh.

Baca juga
Kokohkan Ekspor Produk UMKM, Bea Cukai Kembali Gelar Asistensi

“Jadi begitu harga minyak turun, mungkin negara-negara yang tidak menghasilkan minyak ekonominya menguat, tapi nanti musim dingin negara-negara di Timur Tengah, ekonominya akan menguat,” ujarnya.

Ia mengaku bersyukur di tengah ancaman krisis global kinerja ekspor Toyota Indonesia justru melesat, bahkan bakal melampaui kinerja sebelum pandemi yang pada 2019 ekspornya hanya mencapai 208.500 unit.

“Mengikuti permintaan Pemerintah Indonesia, kami juga ekspansi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional seperti di kawasan Asia, Afrika, serta Amerika Tengah dan Selatan,” ujar Bob.

Tinggalkan Komentar