Neraca Dagang 2021 Diramal Tertinggi dalam Sejarah RI, Mendag Lutfi Tetap Rendah Hati

Neraca Dagang 2021 Diramal Tertinggi dalam Sejarah RI, Mendag Lutfi Tetap Rendah Hati  - inilah.com

Meski perekonomian dunia masih digelayuti ketidakpastian, ada fenomena menarik terkait perdagangan di Indonesia. Tahun ini, angka ekpor bakalan melejit.

Bahkan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meramalkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) bisa surplus hingga US$30 miliar. Ini jelas pertanda baik bahwa perekonomian dunia sudah mengarah ke perbaikan. Kalau kereta api, relnya menuju jalan yang benar.

Kata Mendag Lutfi, momentum perdagangan yang mulai membaik ini, harus terus dijaga dan ditingkatkan. Tahun ini, Indonesia masuk tren surplus perdagangan dari 17 bulan terakhir. “Ini bukan karena Menteri Perdagangannya, tapi ini memang momentum Indonesia yang sangat baik,” kata Mendag Lutfi saat webinar Pasifik Exposition 2021, Senin (25/10/2021).

Baca juga  Mendag Lutfi Bawa Kabar Baik dari IE-CEPA, Eksportir dan Industri RI Untung

Mendag Lutfi membeberkan, perbaikan tersebut bisa dilihat dari data ekspor mencapai US$164 miliar per Januari sampai September 2021. Jauh di atas capaian Januari-September 2020 senilai US$117 miliar.

Di mana, nilai ekspor senilai US$164 miliar itu, berasal dari ekspor minyak dan gas bumi (migas) US$8,82 miliar. Sementara ekspor non migas mencapai US$155,46 miliar. “Jadi kalau kita lihat periode yang sama ada pertumbuhan yang luar biasa yaitu 40,38 persen dari USD 117,03 miliar menjadi USD 164 miliar,” ungkap Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi mengungkapkan, impor Januari sampai September 2021 mencapai US$139,22 miliar. Angka itu tumbuh 34 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, yaitu US$104,68 miliar.

Baca juga  Mahalnya Minyak Goreng Mendekati Rp20 Ribu/Liter, Ekonom PKR Singgung Kinerja Mendag Lutfi

Melihat pencapaian tersebut, Mendag Lutfi memperkirakan, surplus neraca perdagangan Indonesia bisa mencapai US$30 miliar sampai akhir 2021. “Total Januari sampai September 2021 surplus kita sudah mencapai 25,07 miliar dolar AS. Bahkan, saya mereka-reka, tahun ini akan tembus 30 miliar dolar AS. Ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perdagangan Indonesia,” tutur Mendag Lutfi.

Tinggalkan Komentar