Senin, 15 Agustus 2022
17 Muharram 1444

New York Mulai Batasi Kepemilikan Senjata, tak Boleh Digunakan di Times Square

Sabtu, 02 Jul 2022 - 19:41 WIB
new york Times Square - inilah.com
Kawasan Times Square New York

Negara bagian New York, AS, mengesahkan undang-undang yang melarang warga membawa senjata di ruang publik, termasuk kawasan Times Square.

UU itu juga mengharuskan para pemohon izin kepemilikan senjata untuk membuktikan kecakapan menembak dan mencantumkan akun-akun media sosial mereka untuk diperiksa.

Melansir Reuters, Sabtu (2/7/2022), peraturan itu disahkan dalam sidang darurat legislatif setelah Mahkamah Agung AS pekan lalu memutuskan untuk membatalkan UU lisensi senjata terbatas yang diberlakukan di New York.

Majelis hakim MA yang didominasi kubu konservatif untuk pertama kalinya memutuskan bahwa Konstitusi AS memberi setiap individu hak membawa senjata di tempat publik untuk membela diri.

Para pemimpin Demokrat di New York mengecam keputusan MA tersebut. Mereka mengatakan kekerasan senjata akan muncul lebih sering jika lebih banyak orang membawa senjata.

Mereka mengakui bahwa UU negara bagian harus diperlonggar agar sesuai dengan keputusan MA itu.

Namun, mereka juga berupaya mempertahankan sebanyak mungkin pembatasan demi keselamatan publik dan beberapa pembatasan kemungkinan akan menjadi target gugatan hukum di masa mendatang.

Baca juga
AS Izinkan Pengunjung Internasional yang Sudah Divaksin

MA memutuskan bahwa aturan perizinan senjata di New York, yang diberlakukan sejak 1911, memberi ruang terlalu besar bagi pejabat untuk menolak permohonan.

Gubernur New York Kathy Hochul, seorang Demokrat yang mengusulkan sidang legislatif itu, mengatakan bahwa regulasi kepemilikan senjata telah membuat New York menjadi negara bagian dengan tingkat kematian akibat senjata paling rendah kelima di AS.

“Negara bagian kami akan terus menjaga keselamatan warga New York, meskipun ada keputusan Mahkamah Agung ini,” kata dia dalam jumpa pers di Albany, New York, ketika badan legislatif negara bagian itu memperdebatkan rancangan UU baru tersebut.

“Mereka (MA) mungkin berpikir bisa mengubah hidup kita dengan goresan pena mereka, tetapi kita punya pena juga,” tambahnya.

Keputusan MA itu mengizinkan larangan senjata di tempat-tempat sensitif tertentu, tetapi memperingatkan agar tidak memberlakukan larangan terlalu luas.

Keputusan itu juga memudahkan kelompok-kelompok pendukung senjata untuk membatalkan regulasi.

Hal itu dimungkinkan karena keputusan tersebut menyebutkan bahwa regulasi senjata bisa dianggap melanggar konstitusi jika tidak sejalan dengan regulasi pada abad ke-18 ketika Amandemen Kedua Konstitusi AS diratifikasi.

Baca juga
DK PBB Akan Bahas Peluncuran Rudal Korea Utara

Amandemen itu membolehkan negara-negara bagian mempertahankan milisi dan menetapkan hak untuk memiliki dan membawa senjata.

UU negara bagian New York yang baru disahkan itu menetapkan bahwa membawa senjata ke tempat-tempat sensitif adalah sebuah kejahatan.

Tempat-tempat sensitif yang dimaksud diantaranya, gedung pemerintah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, perpustakaan, arena bermain, kebun binatang, sekolah, kampus, perkemahan musim panas, pusat rehabilitasi, penampungan tuna wisma, panti jompo, transportasi publik seperti kereta bawah tanah New York, tempat untuk mengonsumsi alkohol dan ganja, museum, stadion, tempat pemberian suara, dan kawasan Times Square.

Kubu Republik mengeluh bahwa UU yang akan berlaku mulai 1 September itu membuat hak membawa senjata tidak sepenuh hak-hak konstitusional lain seperti kebebasan berbicara dan beragama.

“Sekarang mendapatkan izin membawa senjata lebih mudah… Namun Anda tak akan bisa membawa (senjata) itu ke mana-mana,” kata Mike Lawler, anggota Majelis Legislatif dari Republik.

Baca juga
Kemlu: Presiden Jokowi Tidak Disambut Pejabat AS karena Bukan Kunjungan Bilateral

Asosiasi Senapan Nasional (NRA), kelompok berpengaruh dari para pemilik senjata, menyebut UU itu sebagai pelanggaran karena membuat lebih banyak pembatasan terhadap hak membela diri warga New York.

“Gubernur Hochul dan sekutunya yang anti Amandemen Kedua di Albany telah menentang Mahkamah Agung Amerika Serikat dengan mengubah secara sengaja undang-undang membawa senjata New York,” kata direktur NRA wilayah New York Darin Hoens.

Aturan perizinan yang baru mensyaratkan para pemohon untuk bertemu dengan petugas terkait, seperti hakim atau polisi, untuk wawancara langsung.

Mereka juga harus menyerahkan informasi terperinci tentang anggota keluarga dekat.

Tinggalkan Komentar